Monday, 5 December, 2016
Home » JKT48 Fanfict » Aku, Kamu, Dan Perasaan Ini

Aku, Kamu, Dan Perasaan Ini

Aku, Kamu, Dan Perasaan Ini

Aku berjalan-jalan di tepi pantai bersama seorang gadis pujaan hatiku. Ku tatap ia yang sedang sibuk menendang air laut yang menyentuh kakinya.  Aku mulai merasa resah dengan perasaan yang ku miliki. Setiap waktu aku selalu memikirkannya. Perasaan ini sangat mengganggu ku. Tapi orang yang ku suka tidak pernah mengerti perasaanku. Perasaan cinta ini.

“Sampai kapan aku harus nunggu kamu jatuh cinta ? Berapa lama lagi aku harus menunggu kata cinta dari kamu ?” Tanya ku dalam hati.

“Beb pulang yuk, ntar kemalaman.” Ucapku pada pujaan hati ku ini. Eitss “Beb” makusdnya bukan “beb beb” orang pacaran tapi itu memang namanya “Beby Chaesara Anadila” dia sempat risih juga jika di panggil “Beb” apalagi aku adalah teman cowoknya. Terus mau di panggil apa lagi coba, masa harus manggil “Chaesara atau Anadila” Kan ga keren gitu kesannya.

“Iya, ayuk..” Beby pun menoleh ke arah ku sambil tersenyum. Kami pun berjalan bersama menuju parkiran mobil.

“Laper ga beb ?” Tanya ku kepada Beby setelah kami sampai di mobil.
“Aku sih engga, kamu pasti laper kan ? Aku temenin kamu makan aja gimana ?” Ucap Beby yang nampaknya mengerti jika perut ku sudah demo minta makan.

“Hehe, iya sih.” Aku tertawa sambil mengaruk kepalaku yang tidak gatal.
“Dasar perut karung padahal tadi udah makan juga.” Aku hanya manyun dan segera menstarter mobilku menuju café terdekat, karena ini darurat.

10 menit kemudian aku menemukan sebuah café yang menurutku romantic.
“Disini ?” Tanya Beby.
“Lah iya, terus dimana lagi ? Kuburan ? Ga munkin lah beb. Ayuk turun.” Aku dan Beby pun turun dari mobil dan masuk ke dalam café.

Ternyata di dalam banyak pasangan yang sedang dinner atau sekedar ngobrol. Suasana café pun bisa di bilang sangat romantic. Beby pun melirik ku sambil mengangkat sedikit alisnya.

“Udah ah, ayukk.” Aku menarik tangan Beby untuk pergi ke lantai atas.
Kami mencari tempat kosong lalu memesan makanan. Beby tampak sedang sibuk memainkan Android miliknya, bisanya dia hanya bermain game.

“Suasananya enak ya beb.” Ucapku pada Beby, tapi Beby tidak mengacuhkan ku.
“Oi beb ini yang ngomong orang loh.” Ucapku sambil melempar Beby dengan sebuah tisu.
“Iya Boy, ada apa ? Kenapa ? Udah kenyang ?”
“Ngobrol kek beb. Kenyang darimana, orang makan aja belum.” Ucapku jengkel kepada Beby yang mulai salah focus.

“Iya deh iya. Jangan ngambek gitu dong.” Beby memasukan Androidnya kedalam tas.
“Beb, perasaan dari dulu sampai sekarang kenapa ya kalo jkita alan-jalan ke pantai mulu ?”
“Ya mana aku tau, orang yang ngajakin kamu mulu.” Balas Beby dengan wajah tanpa dosa.
“Iya deh iya.”
“Emang kamu bosan ya ?” Tanya Beby kepadaku.
“Engga lah, asalkan jalannya sama kamu pasti ga akan bosanlah.” Pesanan kami pun datang.
“Iya ga bosen sih, tapi laper.” Ucap Beby sambil melempar ku dengan tisu tadi yang ku lempar padanya.

Tapi aku tak mengacuhkannya karena sudah sangat lapar.
“Oi Boy ini yang ngomong orang loh.” Beby mengucapkan perkataan ku tadi sambil mencibiriku.
“Laferr beb.” Aku segera memakan makanan ku. Beby hanya nyengir melihat ku makan.
Setelah kenyang aku dan Beby pun pulang. Selama perjalanan aku dan Beby hanya diam seribu bahasa. Hanya audio mobil ku yang terdengar.

“Karena ku suka, suka dirimu, ku akan selalu berada disini, walau di dalam keramaian. Tak apa tak kau sadari.” Aku menyanyi di dalam hati untuk Beby yang sedang duduk manis di sebelahku.
10 menit kemudian aku sampai di rumah Beby, ia turun dan mengucapkan terimakasih padaku, lalu masuk kerumahnya. Aku segera pulang ke rumah untuk tidur, berharap di dalam mimpi aku bisa memiliki Beby.

*

Esok harinya setelah pulang sekolah aku kemabali jalan-jalan bersama Beby, ya seperti biasa kami makan siang lalu jalan-jalan ke pantai buat nunggu matahari terbenam.
Sesampainya di pantai Beby malah lari duluan. Sepertinya dia sangat senang hari ini. Aku segera mengejar Beby.

“Oii beb tunggu bentar kenapa.” Teriak ku pada Beby.
“Ayolah Boy, masa lesu gitu sih, kan tadi udah makan banyak. Dasar perut karung.” Ledek Beby.
“Awas kamu, kalo kamu dapat kamu bakal ku buang ke laut.” Aku mengejar Beby yang berlari di depanku.

5 menit aku mengejar Beby tapi tidak dapat-dapat, aku pun memilih duduk di tepi pantai sambil bermain pasir.

“Ah Boy payah nih.” Beby berjalan mendekati ku.
“Yes dapaat.” Aku menarik tangan Beby
“Eh apa-apaan nih, curang ini namanya.” Beby ngomel-ngomel padaku.
“Udah janagn lari-lari duduk disini aja, di samping aku.” Ucapku pada Beby.
“Ngapain sih Boy main pasir gitu.” Tanya Beby.
“Ga apa-apa sih, lagi pengen aja.” Ucapku sambil menuliskan kata-kata Boy Love Beby.

“Ehh apaan nih.” Beby mencoba mengahapus tulisan itu.
“Kenapa di hapus coba ?” Aku bertanya pada Beby.
“Ngapain coba nulis gituan.” Beby mencibiriku.
“Kamu bisa menghapus itu di atas pasir, tapi kamu ga akan bisa menghapaus yang ada di dalam hatiku. Kamu ga akan bisa menghapus perasaan ku padamu.” Ucapku dalam hati sambil memandang wajah Beby.
“Aku, Kamu, Dan Perasaan ini.” Aku tersenyum pada Beby.

***
Utari Widri
ingin cerpen atau fanfict kalian di muat disini?
kirimkan ke ✉ [email protected]
subyek: #JKT48fanfict

comments with facebook

About Septa

Happy. Confused. Lonely. At the same time.

Check Also

img_20141231_1410311

Favour Mart – Barcode Hati Desy

Favour Mart – Barcode Hati Desy Favour Mart, 21.48 WIB… Mata Alfito menatap tajam ke …