Wednesday, 22 February, 2017
Home » JKT48 Fanfict » Coretan si Pemalu (Part 2)

Coretan si Pemalu (Part 2)

FanfictJKT48, JKT48fans.com – (sambungan dari part 1)
Keesokan harinya…
Aku bangun kesiangan seperti biasa. Berangkat sekolah dan sampai terlambat seperti hari-hari yang lain. Bel istirahat berbunyi. Siang itu aku tidak ikut bertemu teman-teman sebab sengaja untuk mencari gadis itu. Namun sayang sejauh aku mencari tidak urung kutemukannya.

Akhirnya aku istirahat di taman karena sudah lelah mencari gadis itu kesana-kemari. Nasib baik di pihakku, aku melihat dari jauh gadis itu duduk sendirian sambil menggambar sesuatu. Semakin lama aku melihatnya semakin penasaran aku dibuatnya.

Akhirnya aku memberanikan diri berpindah tempat supaya aku bisa melihatnya dekat. Dari satu tempat ke tempat yang lainnya hingga sampailah aku duduk di bangku yang sama dengannya namun masih berjarak sekitar 10 meter darinya.

Hatiku berdegup sangat kencang seakan-akan menjadi sulit bernafas dan tidak bisa bergerak, mungkin ini berlebihan. Sungguh, baru kali ini aku merasakan hal aneh seperti ini. Aku tidak berani memandangnya, cuma melirik sekilas saja yang berani kulakukan.

Sekilas aku melihat, setelah menggambar di satu kertas dia merobek, meremas lalu membuang hasil karyanya tersebut ke tempat sampah yang ada disampingnya. Dia melakukannya berulang-ulang, sepertinya dia sedang tidak enak hati atau sedih. aku juga tidak tau dan tidak berani nanya. Akhirnya aku memberanikan diri untuk angkat bicara.
“Hei..” dengan nada pelan.
Agak kaget dia menoleh ke arahku lalu mengangguk kan kepalanya pelan.
“Sorry, aku ganggu ya?” tanyaku agak sedikit sungkan.
Tiba-tiba dia melihat mataku, agak sedikit lama yang bikin salting. Lalu dia menggelengkan kepalanya tanda jawaban tidak.
“Kok diem? Lagi sedih?” sok akrab aku mendekatinya.
Dia lalu menunduk dan tetap diam seribu bahasa. Aku memandanginya karena tidak tau mau ngomong apa lagi. Lalu dia semakin menunduk sambil meremas kain rok di atas pahanya.
“Aduh maap, maap aku gak bermaksud buat kamu sedih.” Agak takut karena mungkin aku sudah menyinggungnya.

Bel masukpun berbunyi memecah keheningan.
“Woii!! Ayo masuk kelas!” Teriak temanku dari jauh.
“Yooo, bentar broo!” balasku berteriak juga.
“Mati lu kalo gak cepet-cepet masuk.”
“Apa?”
“Mati !!”
“Heh, hidup mati gua hanya di tangan Tuhan!” sambil menunjuk ke atas.
“Terserah Lu dah!”
“Ganggu aja, iya bentar!” teriakku mengakhiri gangguan.
Pas menengok lagi ternyata itu cewek kembali menghilang. Kulihat sekeliling ternyata dia udah jauh.
“Adoohh, sial! Lupa lagi nanya namanya. Mana cepet banget lagi jalannya kayak ninja!” gerutuku.
Lalu aku ingat gambar-gambarnya yang dia buang ke tempat sampah tadi, aku memungutnya lalu melihatnya.
“Gila, bagus banget gambarnya, tapi kenapa dibuangin ya sama dia?” sambil geleng-geleng.
Berselang berapa menit aku memandangi gambarnya yang menurutku ini masterpiece. Aku kumpulkan lalu kurapikan supaya berkurang leceknya.
“Astaga!! Oh iya udah bel masuk, mati gua!” berlari kencang menuju kelas. Nasib buruk menimpaku. Ternyata guru killer sudah masuk! Yah, karuan diomelin tapi untung aja cuma dapet cemilan push up.
Sesampainya di rumah semua gambar ku-scan dan datanya kusimpan di laptop> Sementara yang asli kusatukan dengan penjepit kertas, aku tidak dapat berhenti memandanginya. Habis mandi liat gambar, habis makan liat gambar, habis belajar liat gambar, habis liat gambar liat gambar lagi. Entah kenapa aku tidak bosan memandangi gambar itu.

Keesokan harinya seperti biasa lagi. Bangun kesiangan, masuk sekolah telat, dikejar-kejar satpam. Akhirnya waktu yang kutunggu tiba. Bel istirahat. Aku kembali mencari gadis itu kesana-kemari membawa penasaran. Namun sayang yang kutemui bukan dirinya.

Waktu istirahat pun usai. Aku putuskan untuk kembali ke kelas dan kulanjutkan pencarianku saat pulang nanti. Bel waktu pulang berbunyi. Dengan secepat kilat aku kemas barang-barangku, berlari kencang menuju gerbang sekolah. Setibanya di gerbang, aku menunggunya.

Melihat jam tangan berulang-ulang, pikiran senantiasa berkecamuk, perut keroncongan, tenggorokan gatal, bibir pecah-pecah. Waktu terasa amat sangat lambat berjalan jika tak melakukan apapun selain menunggu. Hingga waktu menunjukkan pukul 4 sore, sekolah sudah tidak ada manusia. maklum karena hari sabtu.
“Heh, kamu ngapain gak pulang-pulang” Tegur pak satpam sambil menepuk punggungku.
“Astaga .. @#$%, kampret!” spontan, kaget.
“Kamu itu yang @#$%! Pulang sana, nongkrong disekolahan ampe sore, sendirian, sangat mencurigakan”
“Nngg, anu pak …” jawabku bingung.
“Bahasa apa itu anu anu? Jorok sekali, sudah pulang sana. Kalo kamu gak mau pulang, biar saya yang pulang!” tegas satpam.
Tanpa panjang lebar lagi aku pulang dengan perasaan kecewa berat. Aku merasa kurang bersemangat. Sesampainya dirumah aku langsung ganti baju lalu pergi ke taman kota untuk mengobati kekecewaanku dengan sekedar berjalan-jalan. Entah kenapa sore ini hanya segelintir orang yang datang ke taman kota.

Aku baru sadar kalo cuaca hari ini mendung tapi tidak terlalu gelap. Rasa senang yang tiba-tiba menyerangku tidak bisa digambarkan dengan apapun saat aku melihat gadis itu ada di bangku taman duduk sendirian. Dengan hati-hati aku menghampirinya.
“Nih” aku menyodorkan obat sariawan pada gadis itu. (kubeli sesaat sebelum menghampirinya)
“Hmm? Obat sariawan?” sambil menengok ke arahku agak heran.
“Kamu gak sariawan?” tanyaku.
Dia hanya menggelengkan kepalanya pelan.
“Karena aku gak pernah lihat dan denger kamu ngomong jadi aku kira kamu sariawan.. Hihi” ucapku dengan senyum lebar kelihatan gigi.
Beberapa detik dia memandangku, lalu dia tersenyum menawan. Yang membuat kakiku gemetar untuk beberapa saat.
“Aku gak sariawan kok, tapi ini aku simpan aja ya, makasih” sambil tersenyum mengambil obat itu dari tanganku.
Aku hanya membalas dengan anggukan dan hanya bisa terdiam beberapa saat karena salting sambil garuk kepala.
“Tuh, sekarang malah kamu yang mulai sariawan deh” sindirnya
“Hehe, maap. Soalnya bingung mau ngomong apa. Oh iya, nama kamu tuh siapa sih? ” masih salting.
“Aku, Ve” ucapnya dengan senyuman.
“Kalo aku Bayu” aku mengajak bersalaman.
dia membalas salamanku dan mengangguk sambil tersenyum sangat menawan.

 

10
“Boleh aku duduk di sini?” sambil menunjuk ke sebelahnya
“Boleh” sambil mempersilahkan duduk
“kamu ngapain disini? Kok sendirian?”
“aku emang sering disini kalo lagi ngerasa kesepian, kamu sendiri ngapain kesini?”
“Gak mungkin aku jujur ke dia kalo aku kesini karena kecewa tadi ndak ketemu dia di sekolah” gumamku dalam hati.
“Hei, Bayu? Kok kamu diem?” sambil melambaikan tangannya di depan wajahku.
“Eh sorry, aku kesini karena badmood aja.. hehe” alasanku
“oh, eh maaf ya aku duluan, soalnya udah di jemput ” sambil menunjuk ke mobil sedan mewah yang datang ke arah kami.
“Oh iya gak apa-apa, hati-hati ya”
“kamu juga pulangnya hati-hati, sampai ketemu disekolah” sambil tersenyum lalu masuk kedalam mobil.
Tak pernah kubayangkan dalam sehari aku bisa merasakan lonjakan perubahan  180o dari kecewa lalu berbalik menjadi senang tingkat dewa, seperti orang gila. (bersambung ke part 3)

Coretan si Pemalu merupakan buah karya Bayu Setiawan yang dapat ditemui lewat akun twitternya, @bayukdm

comments with facebook

About Admin JKT48FC

Fans Club of JKT48. Follow us to know more information about JKT48.

Check Also

Favour Mart – Barcode Hati Desy

Favour Mart – Barcode Hati Desy Favour Mart, 21.48 WIB… Mata Alfito menatap tajam ke …