Sunday, 4 December, 2016
Home » JKT48 News » Editorial » From Shania To The Center

From Shania To The Center

Shania Junianatha adalah satu dari empat member yang sedari awal konsisten di-push oleh JOT. Sekalipun belum pernah menjadi center di single manapun, Shania selalu masuk dalam setiap single yang pernah dirilis oleh JKT48 dari single pertama, River sampai yang terakhir, Gingham Check. Dan, tibalah saatnya pada single yang terbaru AKB48, Kokoro No Placard yang dirilis secara bersamaan juga dengan adiknya, JKT48, Rabu (27/8) tersebut, Shania didaulat menjadi ‘center’ oleh JOT. Ini adalah kali pertama gadis kelahiran Solo menempati posisi termasyhur di JKT48.

JKT48 memang penuh dengan kemisterian. Penuh dengan kejutan. dan Penuh dengan ketidakpercayaan. Apalagi? Mungkin, beberapa kalimat yang disebutkan tadi sempat beberapa kali diucapkan oleh para fans setelah mendengar atau mengetahui informasi terbaru mengenai JKT48. Begitupun juga ketika mendengar kabar bahwa Shania Junianatha yang akan menjadi center dalam single terbaru JKT48, Kokoro No Placard.
Seifuku Kokoro No Placard JKT48 melody shania haruka

Meskipun bukan tanpa alasan bahwa Shania bisa menjadi seorang center, namun Jika ditilik dari single-single sebelumnya, hampir semua center yang ada pada masing-masing single selalu menciri khaskan berperawakan sang pemimpin, mulai dari sang Ibu Negara, Melody Nurramdhani bersama sang Jenderal, Devi Kinal Putri di single River  sampai Gingham Check, hingga Melody Nurramdhani mendapat julukan sang center abadi di JKT48. Pengecualian, Jessica Verandah di single Yuuhi Wo Miteiruuka, yang mempunyai perawakan seperti Shania. Meskipun ini masih misteri. Karena seorang center dalam sebuah single yang menentukan adalah JOT sendiri dengan pertimbangan Akimoto Sensei.

Namun dengan resminya sang ratu sosmed, Shanju – panggilan akrabnya menjadi seorang center pada single Kokoro No Placard, secara tidak langsung  berhasil membungkam misteri center yang beredar selama ini. Dengan perawakannya yang diatas normal diusianya yang masih muda, Shania membuktikan bahwa menjadi center bukanlah diukur dari penampilan luarnya saja. Shanju benar-benar telah membuktikan bahwa center adalah panutan bagi ke-15 member lain yang tergabung dalam sebuah single tersebut.

Yakin, Shania bisa menjadi ‘panutan’ dan lepas dari bayang-bayang sang Ibu Negara, sebagai center paling muda JKT48? Diusianya yang masih belia, Shania dikenal sebagai anak kecil yang mirip tante-tante, jikalau dilihat dari penampilannya. Memang benar adanya. Bukti lain juga mengatakan, bahwa Shania adalah salah satu member yang benar-benar memanfaatkan akun social media yang ada.

Shania sendiri adalah member JKT48 yang paling banyak berinteraksi dengan fansnya via media sosial. Hampir semua media sosial yang ada dimanfaatkan olehnya, membuat dia menjadi terasa dekat bahkan bagi fans far-nya. Tak cuma itu, Shania juga dikenal dengan member yang selalu mempunyai pemikiran yang “berbeda” dengan yang lain.

Tak perlu dibuktikan dengan kata-kata, bisa dilihat di akun social medianya.

Setiap kicauan yang keluar dari akun pribadinya mungkin orang awam akan mengira jika Shania ialah seorang wanita yang sudah dewasa dari segi umur, Meskipun dugaan itu salah setidaknya membenarkan julukan Shania sebagai Tanju. Tante Shanju. Anak kecil yang memiliki pemikiran dewasa dibanding dengan teman sebayanya. Dengan julukan tersebut, Shania bisa mendapatkan tempat tersendiri di para fans. Karena tak ada Tanju lain di JKT48.

Selain sanggup menjadi panutan karena  pemikirannya yang sangat matang itu, Shania adalah seorang bintang. Pengalamannya di dunia hiburan tak perlu diragukan lagi, Shania adalah seorang artis cilik yang merintis di banyak sinetron dan juga iklan. Dengan pengalamannya itulah, Shania bisa dengan cepatnya menjadi seorang center di usia belia.

***

“Ibarat sebuah mesin, Shania adalah mesin diesel diantara banyak mesin”

Kutipan diatas menunjukkan bahwa peran atau keberadaan Shania di JKT48 begitu vital. Dibanding dengan member lain, dia adalah member yang selalu menyajikan performa yang selalu diatas standar. Goyang “Hey… Hey… Hey” pada sebuah gerakan di single Koisuru Fortune Cookies adalah suatu kemenangan bagi dirinya sendiri karena bisa mendapatkan tempat tersendiri bagi para fans. Selalu dieluk-elukkan performing-nya.  suatu bukti nyata dari kerja kerasnya

Di JKT48 sendiri, Shania bisa berada diposisi apapun dalam tim. Dia bisa menggantikan siapapun. Dia adalah sebagai transformator apabila kita berbicara tentang film Sci-Fi: Shania bisa dengan mudahnya berubah-ubah sesuai kebutuhan tim. Dulu Shania adalah member biasa (bisa dibilang penting, tetapi bisa tidak), namun dengan kerja keras yang dimilikinya dia bisa berubah dengan cepatnya menjadi seorang center.

comments with facebook

About Mahfud

Seorang fans far idol grup lokal dengan tingkat fanatisme masih dipertanyakan. Menganut faham 'Ngidol fur Fun'. Mukim di Kebumen, Jawa Tengah. Berakun twitter: @mahfudoremi.

Check Also

Member JKT48 Foto bersama setelah konser "Wayahe Suroboyo, Rek!"

Sister Group SBY48? Sepertinya Tidak Perlu

  Mulai tahun ini, fans JKT48 di Surabaya akan dimanjakan dengan gebrakan baru dari manajemen …