Wednesday, 7 December, 2016
Home » JKT48 News » Editorial » [Pojok Editorial] Haruka Nakagawa: Perpisahan Bukanlah Akhir dari Suatu Kisah, Melainkan Awal dari Sebuah Kisah Baru

[Pojok Editorial] Haruka Nakagawa: Perpisahan Bukanlah Akhir dari Suatu Kisah, Melainkan Awal dari Sebuah Kisah Baru

Di negara dengan 4 musim, daun-daun yang berguguran dari dahan pepohonan sebelum musim dingin seakan-akan ingin memberitahukan kita bahwa masa-masa sulit sebentar lagi akan datang menerpa.

Akan tetapi, alih-alih pasrah dan menyerah, masyarakat di sana justru berjuang keras untuk mempersiapkan diri menghadapi musim dingin yang ‘keras’ itu, karena mereka percaya bahwa musim semi akan datang setelah musim dingin, dimana dedaunan hijau akan kembali muncul dan bunga-bunga bermekaran.

Kearifan lokal Indonesia juga mengenal hal serupa meski tak sama. Sekalipun lahan menjadi hancur lebur terkena dahsyatnya muntahan gunung berapi yang baru meletus, akan datang masa dimana ‘muntahan’ tersebut telah mendingin dan lahan tersebut malah menjadi lebih subur dari sebelumnya.

Kedua kisah singkat di atas sama-sama bicara hal yang sama, yaitu ‘paradoks masa-masa sulit’. Suatu pemahaman bahwa setiap masa sulit bisa jadi suatu momentum untuk kita bertumbuh lagi dan menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Masa sulit datang bukan untuk menghancurkan kita, tetapi untuk membuat kita menjadi jauh lebih baik lagi.

JKT48 Request Hour 2016 dan Haruka Nakagawa

Di malam Haruka mengumumkan keinginannya untuk lulus dari 48 group, suasana linimasa di twitter dan forum-forum JKT48 mulai diwarnai beragam kegusaran. Banyak dari mereka mempertanyakan masa depan JKT48 selepas kepergian Haruka nanti, mampukah JKT48 tetap bertahan selepas ditinggal oleh tokoh seberpengaruh Haruka?

Kegusaran itu pun semakin menjadi-jadi dan dalam waktu singkat linimasa pun dipenuhi dengan kesuraman. Masa depan terasa lebih buram dari sebelumnya, banyak orang yang mulai melupakan adanya harapan dan mengisi pikiran mereka dengan kegalauan.

Akan tetapi, benarkah keadaan saat ini sesuram dan semenyedihkan itu?

Tentu saja, jawabannya tidak. 🙂

Pengumuman Haruka ibarat daun-daun yang berguguran sebelum musim dingin datang, sebuah ‘paradoks masa-masa sulit’. ‘Musim dingin’ itu memang akan datang dan bisa saja terasa sangat berat untuk dilalui, tetapi kalau bisa dipersiapkan dengan baik sehingga kita bisa melaluinya, bukan tidak mungkin kita akan melihat hijaunya dedaunan dan mekarnya bunga-bunga yang begitu indah di musim semi nanti.

Persiapan yang baik adalah kunci untuk menghadapi masa-masa sulit. Sekarang bukanlah saat untuk bersedih, tetapi justru momen dimana kita harus mempersiapkan diri menghadapi masa-masa sulit yang akan menghadang.

Jadi, apakah saat ini kita memilih untuk pasrah larut dalam kesedihan atau berjuang bersama mempersiapkan diri agar kita siap melalui masa-masa sulit itu? Pilihan ada di tangan kalian masing-masing.

Haruka Nakagawa dan Mimpi JKT48

Terlepas dari kontroversi pengumuman kelulusannya, keputusan Haruka untuk tidak memberitahukan tanggal pasti kelulusannya dan tetap berkomitmen di JKT48 selama tahun 2016 patut diapresiasi. Haruka sadar bahwa masih ada tugas yang belum Ia selesaikan di JKT48 dan hal itu harus dia selesaikan sebelum dia benar-benar meninggalkan JKT48. Haruka punya, minimal, 10 bulan lagi untuk menuntaskan tugas yang tertunda itu.

Status Haruka sebagai member paling senior di JKT48 (24 tahun) dan 9 tahun lebih pengalamannya di dunia idol group menyadarkan dia bahwa peran dia di JKT48 bukan hanya sekedar member penggembira, apalagi figuran. Saat ini, Haruka secara tak langsung memiliki peran sebagai pemimpin di JKT48. Penunjukkan dirinya menjadi kapten dari team T seakan menegaskan hal itu, Haruka telah menjadi pemimpin di JKT48.

Sebagai seorang pemimpin, Haruka sadar bahwa dia harus membantu JKT48 menggapai mimpinya: “Membangun fondasi idol culture di Indonesia dan menjadikan JKT48 sebagai idol group terbaik di Indonesia.”, dimana mimpi ini dia coba ejawantahkan dengan 2 hal berikut:

  1. Mematangkan team T dalam hal teknis (performance), sehingga secara tidak langsung JKT48 memiliki standar yang sama dengan 48 family di Jepang sana, dan
  2. Melaksanakan konser di SUGBK yang dipenuhi oleh ribuan fans sebagai manifestasi kesuksesan JKT48 di Indonesia.

Haruka, bersama Akicha, pernah sukses ‘memaksa’ JKT48 dan manajemennya untuk memberikan performance terbaik di Jepang pada event Tokyo Dome di tahun 2013 dahulu, dimana performance ini mengangkat citra dan standar JKT48 ke level baru, mensejajarkannya dengan kakak-kakaknya di Jepang sana. Bukan tidak mungkin Haruka (bersama dengan member lainnya, JOT, dan manajemen JKT48) kembali mampu mengangkat JKT48 ke level yang lebih tinggi lagi kali ini, membuat JKT48 menggapai level yang belum pernah mereka capai sebelumnya.

Kepergian Haruka bolehlah dipandang mengkhawatirkan, tetapi kalau rencana kepergian ini malah menyadarkan elemen JKT48 lainnya bahwa mereka sedang terjebak dalam status quo dan perlu untuk berbenah, lalu disikapi dengan tepat dan penuh fokus, bukan tidak mungkin kita akan melihat JKT48 yang lebih baik lagi selepas kepergian Haruka nanti.

Lagi-lagi ‘Paradoks masa-masa sulit’ mungkin terjadi pada kisah ini.

Mimpi JKT48 dan Estafet Obor Mimpi

Terkadang, sebuah mimpi terlalu besar untuk dapat diwujudkan dalam masa seseorang memimpin. Untuk menyikapi hal tersebut, Haruka perlu menyiapkan orang yang mampu meneruskan mewujudkan mimpi itu ketika dia sudah tidak lagi ada di JKT48. Bahasa populernya adalah regenerasi kepemimpinan dan estafet obor mimpi.

Saat ini JKT48 sudah memasuki status quo, baik member maupun manajemen terkesan sudah puas dengan keadaan saat ini sehingga terlena dengan stagnansi. Sentilan dari Haruka ini semoga bisa menjadi peringatan untuk mereka bahwa masih ada mimpi JKT48 yang belum terwujud. Selain itu, Haruka juga mengingatkan bahwa member-member pembawa obor mimpi ini suatu saat pasti akan pergi meninggalkan JKT48 seperti dirinya, apakah saat mereka pergi JKT48 sudah memiliki penggantinya? Estafet obor mimpi itu harus terus berlanjut.

Keinginan Haruka untuk JKT48 mengadakan konser di SUGBK tidaklah mustahil, walau nampaknya sungguh menantang untuk dapat diwujudkan tahun ini. Minimal, 10 ribu fans harus dapat dikumpulkan untuk dapat membuat SUGBK terlihat ‘cukup penuh’. Sepanjang sejarah,  JKT48 berlum pernah menggelar konser yang mengundang 10 ribu fans. Tugas rumah besar bagi member, JOT, dan manajemen JKT48. Sepertinya, tahun ini akan menjadi tahun penuh kerja keras.

Andai konser di SUGBK tidak mampu terlaksana di masa Haruka masih menjadi member JKT48, setidaknya Haruka telah menyadarkan kembali bahwa masih ada mimpi yang belum terwujud. Jangan cepat puas, ini bukan saatnya bersantai, ini saatnya bekerja keras.

Estafet Obor Mimpi dan Peran Kita Para Fans

Obor mimpi itu sesungguhnya tidak hanya dipegang oleh para member, JOT, dan manajemen JKT48. Kita, para fans JKT48, sebenarnya juga memiliki peran yang sangat penting dalam estafet obor mimpi tersebut.

Fans seringkali lupa kalau mereka adalah bagian tak terpisahkan dari JKT48, dimana perkembangan JKT48 akan sangat bergantung dengan kualitas fansnya. Lalu, apa yang kita bisa lakukan sebagai fans untuk turut serta dalam estafet obor mimpi tersebut?

Ada banyak hal yang sebenarnya bisa kita lakukan, kalian pasti bisa menemukannya sendiri, tetapi dari semua itu ada dua hal yang perlu untuk kita fokuskan untuk diperbaiki secepatnya:

  1. Kurangi tubir, perbanyak karya yang positif dan membangun. Tubir tidaklah membawa manfaat, jauh lebih baik kalau kita mengisi support kita dengan karya dan kreasi yang positif. Harus diyakini bahwa komunitas fans JKT48 dipenuhi oleh orang penuh karya dan coba diwujud-nyatakan:)
  2. Jadilah fans yang kreatif, supportif, koorperatif, dan kompak.

Ini akan jadi tugas besar untuk kita tahun ini, kita perlu bersama-sama bekerja keras mewujudkannya agar ketika musim dingin nanti datang, kita tidak mati di tengah badai salju, tetapi sanggup bertahan dan melihat musim semi yang indah. Paradoks masa-masa sulit. Bukan cuma oshi kita dan manajemen JKT48 yang bekerja keras, kita juga bersama-sama bekerja keras.

Jadi, apakah kita masih akan larut dalam kesedihan atau bersama-sama mulai bekerja keras mewujudkan obor mimpi yang mulai dinyalakan kembali oleh Haruka?

 

 

comments with facebook

About Jvalz

'Idol Group Enthusiast'. Menulis untuk menuangkan pemikiran.

Check Also

Member JKT48 Foto bersama setelah konser "Wayahe Suroboyo, Rek!"

Sister Group SBY48? Sepertinya Tidak Perlu

  Mulai tahun ini, fans JKT48 di Surabaya akan dimanjakan dengan gebrakan baru dari manajemen …