Wednesday, 7 December, 2016
Home » JKT48 News » Editorial » Pergi, A Tribute for Rica Leyona

Pergi, A Tribute for Rica Leyona

Pergi adalah meninggalkan. Kita semua sering sekali mendapati seseorang yang pergi meninggalkan kita, entah itu teman, orang yang kita cintai atau seseorang yang selalu membuat kita mencintai; mantan. Mereka pergi dengan alasan yang beragam njlimetnya. Pergi akan selalu menyakitkan bagi yang ditinggalkan. Bahkan Fahd Djibran pernah menulis di salah satu postingan blog pribadinya, “Pergi adalah melanjutkan kehidupan lain yang pelan-pelan meniadakan kehadiranku di sini, di sampingmu”.

Pergi juga dapat berarti ada perpisahan sebentar. Entah, mereka pergi untuk kembali atau malah meninggalkan untuk selamanya. Namun yang pasti, kepergian selalu membawa luka, menyakitkan. Meskipun ada kutipan yang sebenarnya ada betulnya juga: Setiap perkenalan selalu ada perpisahan, tetapi selalu saja kita menolak perpisahan tersebut.

B4QAQcVCMAEOL8t

Kamis, 4 Desember ini, kita semua kembali ditinggal pergi oleh seseorang yang kita cintai. Dengan alasan kesehatan yang tidak memungkinkan lagi untuk menjadi member JKT48, kakak tertua (bahkan ada yang menyebutnya, sesepuh) dari tim J, Rica Leyona, secara resmi telah memutuskan untuk mengundurkan diri. Meninggalkan kita semua, meninggalkan embel-embel JKT48 di akun twitter kebanggannya dan menjadi seseorang yang biasa.

Ada perasaan terharu, kaget, sedih tentunya. Terlebih lagi setelah beberapa waktu lalu, dua member tim trainee pun yang sama-sama memutuskan untuk pergi.

Persis seperti mantan, Rica Leyona sama-sama susah untuk dilupakan. Tiga tahun menjadi kakak-kakak di tim J dan juga JKT48, Rica dikenal sangat dekat dengan Mova dan Sendy, bahkan bisa disebut trio cs kenthel . Namun, setelah Mova menyatakan resign, persahabatannya sembat diisukan  tercerai-berai di JKT48, Untungnya dia bisa menemukan sahabat setianya, Sendy Ariani.

Mengenai Rica, dia dikenal sebagai member yang pantang menyerah. Mungkin kurang familiar, kurang begitu dikenal oleh kalangan awam, namun, itu semua tak cukup membuat dia menyerah.

Rica, dialah wujud nyata untuk kalimat pantang menyerah,” seloroh presenter malam puncak sousenkyo yang pertama JKT48, beberapa waktu kepada Rica.

Memang, pujian itu tidak asal-asalan; pujian yang tidak berlebihan. Berkali-kali terlempar dari jajaran senbatsu dan kerap terpinggirkan dalam sejumlah tur luar negeri JKT48, Rica sama sekali tidak putus asa. Ia mirip betul seperti karang kecil. Ketika karang itu terus-menerus menahan dari pelbagai ombak yang datang maka karang itu akan kuat, perlahan-lahan pun karang itu akan kokoh.

Hasilnya, ia meraih beragam prestasi di JKT48. Pengisi Pajama Drive Revival Show yang pertama, tampil di kalender senbatsu 2014, lalu yang terakhir berada di 7 besar senbatsu Gingham Check. Itu semua adalah bukti sahih pencapaian hebat bersama para penggemar.

Bahkan ada salah satu cerita yang beredar bahwa dalam setlist theater perdana JKT48 yang bertajuk Pajama Drive, Rica dikenal luas sebagai salah satu penampil terbaik untuk unit song energik nan maskulin Kagami no Naka Jean D’Arc. Keluarnya Ochi dan Cleo dari JKT48 meninggalkan lubang pada unit song tersebut, yang justru makin menegaskan kehebatan Rica dalam mendukung sang icon unit song sekaligus kapten Tim J, Devi Kinal Putri.

Nama Rica pun makin lekat dengan unit song ini dan terasa pas dengan karakter berpendirian tegas dan pantang menyerah yang ia miliki. Stabilitas penampilan ini makin membuat namanya diperhitungkan. Rica perlahan namun pasti menegaskan visinya sebagai seorang idol. Usia debut yang seakan tak bersahabat mampu disulapnya menjadi kelebihan yang membuat dirinya sangat dewasa dalam menyikapi setiap peluang dan kesempatan yang ada.

Di setlist berikutnya, Renai Kinshi Jourei dan yang saat ini, Dareka No Tameni pun Rica adalah salah satu member yang tergolong mau berusaha, belajar dari kesalahan, meskipun sering dipasang sebagai supersub, itu tak membuat dirinya minder. Malah Rica begitu didukung oleh para penggemarnya yang dikenal loyal dan setia. Angka perform-nya di teater pun bisa dibilang tak sedikit, menyentuh angka 232.

Begitulah singkat perjalanan yang ditinggalkan oleh Rica selama tiga tahunnya berkarier di JKT48 yang tak mudah begitu saja untuk dilupakan.

Mengakhiri artikel kali ini, izinkan saya mengutip secuil lirik lagu yang ditujukan kepada Rica Leyona sebagai kado kelulusan dirinya dari salah satu fans-nya, Duniavern:

kutahu tak mudah
kutahu akan sulit
kau harus merasa
penuh akan peryaca
jalanilah semua
nikmati saja
babak baru
dalam hidupmu

Selamat tinggal, Rica Leyona. Lekas sembuh. Meski, meninggalkan itu tak mudah dan yang ditinggalkan itu selalu identik dengan menyakitkan, setidaknya kita harus melangkah dan menikmati babak baru dalam hidup kita.

Bagaimana, kalau diawali dengan ngopi bareng?

comments with facebook

About Mahfud

Seorang fans far idol grup lokal dengan tingkat fanatisme masih dipertanyakan. Menganut faham 'Ngidol fur Fun'. Mukim di Kebumen, Jawa Tengah. Berakun twitter: @mahfudoremi.

Check Also

Member JKT48 Foto bersama setelah konser "Wayahe Suroboyo, Rek!"

Sister Group SBY48? Sepertinya Tidak Perlu

  Mulai tahun ini, fans JKT48 di Surabaya akan dimanjakan dengan gebrakan baru dari manajemen …