Thursday, 30 March, 2017
Home » JKT48 News » Editorial » Pojok Idol: Menebak Makna di Balik ‘Reshuffle Mini’ JKT48

Pojok Idol: Menebak Makna di Balik ‘Reshuffle Mini’ JKT48

[Artikel ini merupakan pandangan personal sang penulis, subjektivitas akan sangat terasa dalam tulisan ini. Selamat membaca. 🙂]

Ketika JOT mengumumkan kepindahan Kinal dan Haruka dari team J ke team K3 dan team T, serta penunjukkan Shanju sebagai kapten baru team J, saya langsung bergumam dalam hati, “apakah ini akan menjadi reshuffle pertama JKT48? Wah, seru banget nih kayaknya!”.

Kegirangan itu muncul begitu saja, walau tidak bisa saya ungkapkan karena malam itu saya sedang berada di dalam bioskop menonton film Jurassic World. Pertanyaan selanjutnya pun muncul, bagaimana proses reshuffle itu akan dilakukan?

Apakah reshuffle akan ditentukan begitu saja oleh JOT berhubung ini adalah reshuffle pertama JKT48 ataukah melalui proses ‘drafting’ yang bisa memakan waktu mingguan, dimana para kapten (Shanju, Kinal, dan Haruka) akan diberikan waktu untuk berembuk dan menentukan sendiri siapa saja anggota tim mereka berdasarkan masukan dari fans dan member JKT48 itu sendiri?

Saya pun semakin penasaran menanti kelanjutan beritanya, tangan saya semakin sering memijat ke bawah layar smartphone berharap akan ada berita mengejutkan lainnya. Pertarungan antara Indominus Rex dengan T-rex menjadi tidak menarik lagi, perhatian saya telah teralihkan sepenuhnya oleh reshuffle ini.

Saya pun mulai bertanya-tanya bagaimana nasib Naomi sebagai kapten team K3 dan perasaan anggota team T ketika mereka mengetahui bahwa mereka tidak diberikan kesempatan memiliki kapten dari tim mereka sendiri? Saya pun jadi berpikiran bahwa JOT nekat juga, team J belum sebulan membawakan TnM, team T baru sebulan membawakan TwT, sementara team K3 belum sama sekali membawakan SBGN, sudah mau ada reshuffle aja. Berapa banyak yah member yang akan belajar ulang setlist dalam beberapa minggu ke depan? Memang sih ada libur puasa, tetapi resiko melakukan reshuffle ketika setlist ‘anyar’ baru saja digulirkan terlalu besar.

Akan tetapi alangkah terkejutnya saya ketika mengetahui bahwa ‘hanya’ Naomi dan Elaine yang ditransfer ke team J. Ya, hanya Naomi dan Elaine yang ditransfer, sisanya tidak ada pergerakan sama sekali masih rapi berada di timnya masing-masing. Kok reshufflenya aneh begini? Semuanya serba nanggung seperti pertukaran ‘kapten’ tim saja.

Bicara soal reshuffle, biasanya ada 4 alasan paling umum mengapa reshuffle perlu dilakukan:

  1. Menyeimbangkan kekuatan antar tim.
    Salah satu trik yang sering digunakan manajemen 48 girls di Jepang sana untuk mempercepat pertumbuhan internal adalah dengan mengobarkan api rivalitas di antara tim. Akan tetapi, metode ini baru akan efektif apabila setiap tim memiliki kekuatan yang setara. Perbedaan kekuatan antar tim yang timpang akan membuat rivalitas menjadi tidak ‘menyenangkan’ lagi untuk dijalani.

    Di JKT48 sendiri saat ini, kekuatan team J memang tidak bisa dipungkiri sangat kuat apabila dibandingkan dengan team K3 maupun team T. Pada sousenkyo 2015 kemarin, mereka sanggup menempatkan 11 wakilnya di deretan senbatsu, sementara team K3 hanya mampu menempatkan 4 membernya dan team T 1 member.

    Hasil akhir senbatsu sousenkyo 2015

    Fakta lain juga memperlihatkan bahwa team J menghasilkan penjualan tiket yang jauh lebih banyak dari tim lainnya pada konser di Sportsmall Kelapa Gading kemarin. 2 fakta ini memperlihatkan bahwa team J memang masih ‘lebih superior’ dari team lainnya di JKT48.

    Kalau JOT sungguh-sungguh ingin meratakan kekuatan team, perpindahan 2 member team J ke team lain, sementara di tim lainnya itu turut diambil 2 member ikoniknya untuk dipindahkan balik ke team J, rasanya tidak akan menyelesaikan ketimpangan kekuatan antara tim di JKt48 saat ini. JOT perlu ‘menyebar’ anggota team J lebih merata lagi ke team lainnya. Apa benar JOT ingin ‘menyeimbangkan kekuatan tim’ dengan reshuffle ini?

  2. Membentuk ulang kembali image team.
    Selain menyeimbangkan kekuatan tim, reshuffle juga biasa dilakukan untuk membentuk kembali image dari suatu team di dalam 48 group. Misalnya, jika team J ingin dibuah jadi team yang imagenya mature, dark, dan sexy, maka kumpulkanlah member dengan karakter seperti itu di team J. Andai team K3 mau diubah menjadi team yang cute, playful, dan imut-imut, maka kumpulkanlah member dengan karakter seperti itu di team K3. Intinya, pembentukan ulang image suatu team agar tater menjadi fresh kembali karena suasana yang baru dan lebih fokus.

    Akan tetapi, JOT ternyata menempatkan Naomi dan Elaine dalam satu team. Image team apa yah kira-kira ingin ditampilkan JOT ketika kedua member itu disatukan dalam satu team? Apa benar JOT ingin ‘membentuk ulang kembali image team’ melalui reshuffle ini?

  3. Menyelesaikan Konflik Personal Member Tertentu.
    Terkadang, ada masalah pribadi yang dialami member tertentu yang membuat dia sulit berkembang dan transfer ke team lain adalah solusinya. Entah masalah itu disebabkan oleh tidak sesuainya karakter team dengan dirinya atau masalah personal dirinya dengan member lain di tim tersebut. Seringkali perpindahan ini hanya melibatkan satu atau dua member saja, sehingga jarang disebut sebagai reshuffle. Apakah ada hal seperti ini di dalam reshuffle kali ini, saya jujur tidak bisa menjawabnya. 🙂
  4. JOT Sedang Bercanda
    Ga perlu dijelaskan kan? :p

Saya tidak berharap bahwa JOT sedang bercanda, sementara itu saya juga tidak mau berasumsi bahwa Naomi dan Elaine memiliki masalah di tim masing-masing sehingga harus ditransfer ke team J. Sepertinya kedua opsi tersebut akan saya singkirkkan dahulu dalam tulisan ini.

Reshuffle kali ini terasa aneh, karena hasilnya tidak mendukung terjadinya ‘keseimbangan baru antar tim’ atau pun ‘pembentukan image baru tim’ JKT48. Apa JOT punya maksud lain? Sesuatu yang nampaknya tersirat dan banyak tidak kita sadari?

Setelah diperhatikan baik-baik, sebenarnya ada benang merah yang bisa ditarik dari reshuffle kemarin. Coba kesampingkan mereka yang dipromosikan semalam, apabila kita perhatikan baik-baik perpindahan member sebenarnya hanya meliputi Naomi (kapten team K3), Elaine (salah satu member yg sempat difavoritkan menjadi calon kuat kapten team T), Kinal, dan Haruka. Perpindahan antar kapten team?

Apakah mungkin JOT ingin memindahkan Naomi dan Elaine untuk belajar jadi pemimpin yang baik di team J, team yang dianggap paling superior di JKT48 saat ini? Istilahnya, mereka berdua magang lah di team J.

Belajar menjadi pemimpin yang baik tidak hanya didapatkan dengan berguru ke pemimpin hebat lainnya, tapi bisa juga dengan belajar menjadi bagian dari tim yang dianggap sudah beroperasi dan berfungsi dengan bagus. Kepemimpinan itu ga hanya berkutat soal belajar memimpin, tetapi juga belajar bagaimana dipimpin dan menjadi bagian dari tim yang sudah berfungsi dengan baik.

Sementara itu, Kinal yang sudah berpengalaman 3 tahun menjadi pemimpin di team J diminta untuk membagikan pengalamannya ke team K3? Lalu Haruka yang sudah sekitar 7 tahun di AKB48 dan 3 tahun di JKT48 (10 tahun di dunia idol) membagi pengalamannya ke team T? Dan Shanju yang merupakan calon pemimpin masa depan JKT48 (sejenis Yui Yokoyama-nya JKT48) mulai dikaderisasi oleh JOT mulai tahun ini?

Itu juga sebabnya reshuffle semalam hanya memindahkan 4 member sementara sisanya tetap bertahan di team masing-masing? Masalah improvement kepemimpinan tim?

Alasan utamanya hanya member dan manajemen yang tahu, tetapi tujuan reshuffle semalam jadi masuk di akal kalau intinya adalah masalah improvement kepemimpinan tim. Menarik untuk melihat kelanjutan dari reshuffle ini.

Nah, bagaimana pendapat kamu mengenai reshuffle kemarin? Apa kalian punya ide yang lainnya?

comments with facebook

About Jvalz

'Idol Group Enthusiast'. Menulis untuk menuangkan pemikiran.

Check Also

Member JKT48 Foto bersama setelah konser "Wayahe Suroboyo, Rek!"

Sister Group SBY48? Sepertinya Tidak Perlu

  Mulai tahun ini, fans JKT48 di Surabaya akan dimanjakan dengan gebrakan baru dari manajemen …