Wednesday, 7 December, 2016
Home » JKT48 News » Editorial » Pojok Sousenkyo 2015: Apakah Aku Jauh-jauh Datang dari Neptunus Hanya untuk Berenang Bersama Bebek Lainnya di Empang?

Pojok Sousenkyo 2015: Apakah Aku Jauh-jauh Datang dari Neptunus Hanya untuk Berenang Bersama Bebek Lainnya di Empang?

– Elaine Hartanto si Anti-Mainstream –

Di saat yang lainnya masih bingung mencari jati diri, Elaine sudah memutuskan bahwa dia adalah seorang alien dari Neptunus yang datang dengan seekor bebek. Bukan hanya itu, dia juga seorang alien yang anti-mainstream, walau entah Dia anti-mainstream bagi sesama penduduk Neptunus atau bagi penduduk bumi. Cuma Elaine dan bebeknya yang tahu.

Gebrakan yang cerdas dan kreatif ini membuat popularitas Elaine meroket di awal-awal kemunculannya bersama JKT48. Secara perlahan, Elaine menjelma menjadi salah satu member generasi 3 dengan popularitas tertinggi dan memiliki fanbase terkuat (sejauh ini) .

Akan tetapi, kedua hal tersebut tidak lantas membuat manajemen tertarik untuk menaruh perhatian kepadanya, Elaine seperti ditinggalkan sendirian, seakan-akan disingkirkan dari bagian depan panggung yang penuh dengan sorot lampu.

Apakah Elaine jauh-jauh datang dari Neptunus hanya untuk ditinggalkan sendirian berenang di empang? Ataukah Ia berhasil mengubah nasibnya dan terbang menjelajahi angkasa bersama-sama dengan pasukan bebeknya?

– Lihatlah Aku Sebagai Sebuah Lukisan dengan Imajinasi –

Elaine Hartanto (foto: JKT48FC)
Elaine Hartanto (foto: JKT48FC)

Cerdas dan kreatif, dua kata itulah yang muncul di pikiran para fans ketika melihat aksi Elaine di awal-awal debutnya bersama JKT48. Walau Dia bukan member terpopuler di sepanjang tahap audisi generasi 3, secara cerdas Elaine berhasil mencuri perhatian para fans dengan melabeli dirinya dengan ‘bebek dari Neptunus’ di awal-awal kemunculannya di teater.

Elaine seperti sudah tahu bagaimana caranya memasarkan dirinya di antara sekian banyak kuncup bunga yang belum mekar lainnya.

Kecerdasan ini kembali diperlihatkan oleh Elaine pada video perkenalan dirinya. Menyadari bahwa di hadapan fansnya seorang idol nampak seperti sebuah buku yang hanya bisa dilihat sampulnya (sulit untuk dibaca isinya), Elaine lebih memilih para fansnya melihat dia sebagai ‘sebuah lukisan’ dibanding ‘sebuah sampul buku’. Baginya, dengan imajinasi tanpa batas, lukisan dapat bercerita lebih banyak daripada sebuah sampul buku.

Elaine seperti tersadar bahwa perjalanan hidupnya di JKT48 tidak bisa Ia jalani sendiri. Dia butuh teman, dukungan para fansnya, yang ia ejawantahkan dalam sosok seekor bebek yang setia menemaninya dari Neptunus. Pesan mendalam yang dituangkan pada 3 kalimat jikoshoukai-nya.

Dia tak pernah sendiri karena yakin para pasukan bebeknya akan membantu dia menggapai impiannya: menjadi idol yang besar karena prestasi dan memberikan warna yang baru bagi JKT48, serta membawa nama JKT48 semakin besar karenanya.

 – Self-Branding, Warna yang Baru, dan Team T Adalah Perjuangan! –

Sebenarnya, Elaine bukanlah yang pertama kali ‘men-self-branding’ dirinya dengan istilah bebek di JKT48. Ghaida dari team J lebih dulu melakukan itu, walau ‘self-branding’ kamen rider nampak lebih melekat bagi citra Ghaida dibanding ‘self-branding’ bebek-nya.

Namun Elaine nampak begitu konsisten dengan ‘self-branding’ bebek-nya, bukan hanya konsisten, dia juga berhasil meng-evolusi-kan ‘bebek Neptunus’ tersebut ke level yang lebih tinggi. Yap, bebek yang diberi nama SAO itu diangkat menjadi sebuah maskot yang punya potensi untuk diutilisasi lebih banyak lagi. Elaine adalah member pertama yang punya maskot di JKT48 dan maskot itu bernama ‘SAO’.

SAO, Bebek yang Menemani Elaine dari Neptunus

Bukan hanya sekedar maskot, SAO sebenarnya adalah manifestasi para fansnya yang akan setia mendukung dan mendorongnya menggapai impiannya. Sebuah siratan lainnya dalam interaksi yang dilakukan Elaine kepada fansnya.

Apakah Elaine telah menjadi sebuah warna baru di JKT48? Biarlah waktu yang nanti menjawab, tetapi kreatifitas yang telah Ia tunjukkan membuat sebuah warna yang berbeda di JKT48, memaksa member lainnya untuk keluar dari zona nyamannya dan melakukan inovasi dalam berinteraksi dengan para fansnya.

Di saat member lain lebih sering melakukan tanya jawab mengenai dirinya via twitter, Elaine memutuskan untuk membuat berbagai kuis yang aneh, tapi menarik, misalnya seperti: gombalin bebek, mengisi titik-titik, atau sayembara nama bebek yang mengikuti dia dari Neptunus itu.

Andaikata Ia harus melakukan tanya jawab pun, Elaine lebih suka membuat fansnya menjawab pertanyaan fansnya dengan pertanyaan lagi daripada memberikan jawaban langsung, salah satu bentuk komunikasi dua arah yang tidak terlalu sering dilakukan para member di JKT48.

Sewaktu member lain lebih sering menggunakan G+ untuk menyampaikan informasi satu arah, Elaine lebih sering menggunakannya untuk komunikasi dua arah. Mulai dari menanyakan apa model rambut yang cocok buat dia, hingga menjadi ‘konsultan dadakan’ untuk permasalahan fansnya yang dicurahkan di G+ Elaine.

Elaine mencoba mendobrak batasan komunikasi yang selama ini terhalang, dengan sesuatu yang simpel tetapi efektif.

Sumber: Majalah Hai Edisi 10/2015/XXXIX

 

Dalam wawancaranya dengan Majalah Hai, Elaine menegaskan bahwa membangun team T adalah sebuah perjuangan tersendiri. Ia mengagumi kepemimpinan dari tim J serta kekompakan dari tim K3, Ia ingin tim T menjadi kulminasi atas dari JKT48 dengan memiliki dua kelebihan tersebut di dalam tim T.

Apakah Elaine akan diberikan kesempatan lebih untuk membantu tim T meraih hal tersebut, misalnya dengan menjadi kapten dari tim T?

– Kuda Hitam Sousenkyo? –

Elaine Hartanto (foto: JKT48FC)
Elaine Hartanto (foto: JKT48FC)

Walaupun Elaine tidak mendapatkan ‘dorongan’ dari manajemen, Elaine ternyata masih mendapat banyak ‘dorongan’ dari pasukan bebeknya. Fanbase Elaine adalah salah satu yang paling ‘kuat’ di antara fanbase member generasi 3 lainnya.

Diawali dengan membuat sejarah, Elaine menjadi member trainee pertama yang sanggup masuk dalam daftar senbatsu Pajama Drive Revival Show. Semua ini tidak lepas dari kepandaian ‘pasukan bebeknya’ dalam memilih koalisi dan konsistensinya dalam mempertahankan koalisi. Tidak berhenti sampai di situ, ‘para pasukan bebeknya’ berhasil membuktikan bahwa mereka tidak boleh diremehkan, mereka kembali berhasil memasukkan Elaine ke dalam senbatsu kalender 2015. Bukti bahwa Elaine bisa menang tidak hanya karena koalisi, tetapi juga dengan sendiri.

Pertanyaannya sekarang, mampukah mereka kembali membawa ke Elaine ke posisi 16 besar di senbatsu sousenkyo tahun ini?

Elaine sadar bahwa ‘tangan ajaib’ itu tidak ingin menggenggam dan meletakkan dia di depan panggung yang penuh sorot lampu, dia hanya punya pasukan bebeknya yang sejauh ini mampu mendorong dia berusaha menggapai mimpinya.

Mampukah pasukan bebek itu kembali mengantar Elaine menggapai mimpinya selangkah lebih maju, terbang melintasi angkasa? Ataukah pasukan bebek itu hanya sekedar menemani dia berenang di empang dan membuatnya melupakan mimpinya untuk terbang mengarungi angkasa?

 

 

baca juga pojok sousenkyo 2015 yang lainnya:

Menyelematkan putri yang terbuang?

Tahun ini saatnya menjadi yang terbaik?

 

comments with facebook

About Jvalz

'Idol Group Enthusiast'. Menulis untuk menuangkan pemikiran.

Check Also

Member JKT48 Foto bersama setelah konser "Wayahe Suroboyo, Rek!"

Sister Group SBY48? Sepertinya Tidak Perlu

  Mulai tahun ini, fans JKT48 di Surabaya akan dimanjakan dengan gebrakan baru dari manajemen …