Wednesday, 7 December, 2016
Home » JKT48 News » Editorial » Sister Group SBY48? Sepertinya Tidak Perlu

Sister Group SBY48? Sepertinya Tidak Perlu

Suasana saat konser Wayahe Suroboyo, Rek! Di konser ini diumumkan pertunjukan teater sementara JKT48 mulai 17 Juli 2016
Suasana saat konser Wayahe Suroboyo, Rek! Di konser ini diumumkan pertunjukan teater sementara JKT48 mulai 17 Juli 2016

 

Mulai tahun ini, fans JKT48 di Surabaya akan dimanjakan dengan gebrakan baru dari manajemen JKT48, yaitu handshake event dan teater sementara. Dua hal yang biasanya hanya bisa dirasakan oleh fans Jakarta dan sekitarnya, kini juga bisa dirasakan fans Surabaya. Melihat antusisasme fans Surabaya yang selalu ramai setiap ada konser maupun direct selling di Surabaya, tidak mengherankan jika manajemen JKT48 menerapkan terobosan ini. Namun, langkah ini tetap patut diacungi jempol. Ini berarti manajemen JKT48 serius melakukan ekspansi pasar JKT48 ke kota lain, tak hanya Jakarta dan sekitarnya saja

Dengan gebrakan seperti ini, banyak fans yang berpikir ini adalah langkah awal dibentuknya sister group baru JKT48 yaitu SBY48 (sebagian ada yang menyebut SUB48), dan sepertinya banyak juga yang berharap seperti itu. Apakah JKT48 perlu membentuk sister group?

Untuk saat ini, sepertinya JKT48 tidak perlu membentuk sister group seperti AKB48 dan SNH48. Kenapa? Faktor utamanya adalah karena sistem penyiaran televisi Indonesia tidak seperti Jepang dan Tiongkok.

Di Jepang, stasiun televisi dengan jangkauan nasional tidak hanya di Tokyo saja. Masing-masing prefektur punya stasiun TV lokal mereka sendiri, tapi jangkauannya tidak hanya sekitar prefektur itu saja, seluruh Jepang bisa menyaksikannya dari berbagai platform, baik itu siaran TV digital atau platform lainnya seperti streaming.

Misalnya NMB48. Untuk menyiarkan acara-acara dengan NMB48 sebagai pengisi acara, mereka tidak perlu jauh-jauh ke Tokyo. Acara mereka cukup ditayangkan di YTv, stasiun tv lokal di Osaka. Dan acara mereka bisa ditonton seluruh warga Jepang. Sesekali mereka juga diundang ke stasiun TV di Tokyo, tapi tidak sering.

Tiongkok juga punya sistem siaran televisi yang mirip dengan Jepang. Daerah-daerah di Tiongkok juga punya stasiun TV lokal masing-masing yang jangkauannya nasional. Jadi, GNZ48 tidak perlu ke Shanghai atau Beijing untuk on air, cukup di TV lokal Guangzhou saja mereka sudah bisa ditonton seluruh warga Tiongkok.

Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia punya belasan stasiun TV dengan jangkauan nasional, tapi semuanya ada di Jakarta. Memang ada banyak stasiun TV daerah di beberapa kota dan provinsi, tapi jangkauannya hanya mencakup kota/provinsi tersebut. Misalnya, Banten TV hanya bisa ditonton warga Banten, Malang TV hanya bisa ditonton warga Malang, dan sebagainya.

Bisa dibayangkan jika Surabaya48 terbentuk, acara mereka hanya bisa ditayangkan di TV lokal Surabaya atau Jawa Timur, dan melakukan pertunjukan teater di Surabaya. Sehingga bisa dipastikan mereka hanya menjadi “idol Surabaya” saja. Kalau mau ditonton secara nasional, mereka harus ke Jakarta. Kalau begitu, apa bedanya dengan JKT48? Belum lagi biaya operasional yang tentu sangat besar jika harus pulang pergi Surabaya-Jakarta terus menerus hanya untuk tayang di TV nasional.

Memang ada fasilitas live streaming, tapi yang rela melakukan streaming demi menonton Surabaya48 pasti hanya fans 48 saja. Belum lagi kualitas koneksi internet Indonesia yang masih kalah jauh dengan negara maju, apalagi Jepang. Tentu bukan langkah promosi yang efektif. Membentuk sister group tentu dengan harapan “grup cabang” bisa berkembang dan terkenal, dan membantu “grup induk” agar bisa semakin dikenal juga. Jika hanya menjadi idola daerah saja, buat apa?

Dewa19 saja pindah dari Surabaya ke Jakarta untuk mengembangkan karier, karena mereka sadar jika hanya di sekitaran Surabaya karier mereka tidak akan berkembang. Dan akhirnya sekarang jadi band legendaris Indonesia

Jika kualitas internet Indonesia sudah sangat baik dengan harga yang terjangkau pula, gaya hidup masyarakat pasti berubah. Kegiatan apapun akan bergantung dengan koneksi internet. Dan bisa dipastikan, live streaming sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Mungkin di saat itulah bisa dibentuk beberapa sister group JKT48. Tapi entah kapan 😀

Membentuk sister group 48 tentu mempertimbangkan aspek bisnis. Jika keadaannya seperti yang penulis jelaskan di atas, tentu membentuk sister group JKT48 adalah langkah yang tidak produktif. Terbentuknya JKT48 pasti juga mempertimbangkan aspek tersebut. Karena “markas” nya di Jakarta, sedangkan stasiun TV nasional semuanya berpusat di Jakarta, juga budaya J-Pop yang tumbuh subur di ibu kota, maka dalam aspek bisnis JKT48 bisa menguntungkan. Jika saat itu yang disodorkan adalah proposal pembentukan SBY48, pasti langsung ditolak 😀

Bisa disimpulkan, langkah manajemen JKT48 untuk menggelar handshake event dan pertunjukan teater sementara di Surabaya adalah langkah untuk ekspansi pasar JKT48 saja. Apalagi menurut kabar yang beredar, show teater akan dilaksanakan seminggu sekali, tiap minggu yang tampil satu tim (yang berarti show hanya dilakukan 3 minggu), dan dibarengi dengan handshake event. Disatukannya show teater dan handshake event dalam waktu hanya 3 minggu bertujuan untuk mereduksi anggaran. Karena menggelar handshake event dan pertunjukan teater di Surabaya tentu bukan hal murah. Banyak yang harus dikeluarkan seperti biaya akomodasi, sewa tempat, penginapan, biaya produksi, dan sebagainya

Langkah yang hampir sama juga pernah dilakukan AKB48 di Singapura, dengan membuka AKB48 Cafe and Shop disana dan sempat menggelar beberapa pertunjukan.

Semoga JKT48 bisa lebih maju ke depannya, dan yang paling penting semoga fans Surabaya bisa bahagia dengan kebijakan manajemen JKT48

comments with facebook

About Suryananda Barfinsya

10 Desember 1992 l Gaby-oshi l Hanna-oshi l Chika-oshi

Check Also

1f

[Editorial] Senbatsu Sousenkyo JKT48 Sejauh Ini – 6 Member dengan Cerita

Tahun ini adalah kali ketiga senbatsu sousenkyo JKT48 dilaksanakan semenjak dimulai pertama kali di tahun …