Sunday, 4 December, 2016
Home » JKT48 News » Tipe Sosialisasi Seorang Fans JKT48

Tipe Sosialisasi Seorang Fans JKT48

Seiring berkembangnya Idol Group JKT48 maka wajar jika fansnya pun bertambah dan dari itu bermacam-macam pula sikap yang mereka miliki, bicara masalah fans JKT48 yang berskala nasional bahkan internasional sekalipun, yang terdiri dari pria dan wanita, tua dan muda. Jadi sikap seorang fans pastinya memiliki macam-macam attitude yang relatif berciri khas.

Ada sebuah tulisan dari Peter L. Berger dan Luckmann dalam bukunya yang berjudul sosialisasi primer dan sekunder yang telah di translate, “Setiap kelompok masyarakat mempunyai standar dan nilai yang berbeda. contoh, standar apakah seseorang itu baik atau tidak’ di sekolah dengan di kelompok sepermainan tentu berbeda. Di sekolah, misalnya, seseorang disebut baik apabila nilai ulangannya di atas tujuh atau tidak pernah terlambat masuk sekolah. Sementara di kelompok sepermainan, seseorang disebut baik apabila solider dengan teman atau saling membantu. Perbedaan standar dan nilai pun tidak terlepas dari tipe sosialisasi yang ada”. Disini saya tarik kesimpulan bahwa standar sikap baik yang dimilik seorang fans itu berbeda tergantung tipe sosialisasi yang mereka miliki. Menurut mereka baik dan benar tapi belum tentu baik dan benar menurut yang lain. Studi kasus yang saya cermati disini adalah ketika berlangsungnya acara closing Jak Japan Matsuri di Monas 30/09 yang dimeriahkan oleh JKT48 di akhir acara. 
 
Ada sedikit kejadian yang mungkin ini bisa jadi pelajaran untuk semua fans khususnya fans dari JKT48, saat dimana ada beberapa oknum fans yang kurang menghargai salah satu kebudayaan dari Jepang, dan saat ada kekacauan sedikit ketika beberapa menit sebelum perform dari JKT48 lagi-lagi dari oknum fans yang memaksakan dirinya untuk masuk kebarisan depan stage dan bahkan ada juga beberapa fans yang masuk cuma-cuma dengan tidak membayar tiket yang telah disediakan panpel event tersebut. 
 
Mungkin menurut mereka hal itu dianggap wajar selama mereka tidak mengganggu member, tapi dibalik itu mereka telah mengganggu sistem dan jalannya acara, perlu digaris bawahi disini, mengganggu member merupakan sebuah rule yang telah ditetapkan oleh official akan tetapi posisi JKT48 saat itu sebagai bintang tamu yang diundang oleh panpel, jadi dimana kita berada alangkah baiknya kita patuhi aturan-aturan yang berlaku di tempat/event itu. Dari studi kasus tersebut ada hal yang perlu diperhatikan, tidak mungkin ada asap bila tidak ada api, tidak mungkin ada pelanggaran bila tidak ada aturan, kita tidak bisa serta merta menunjuk siapa yang salah dan siapa yang benar, yang perlu kita renungkan adalah bagaimana hal tersebut bisa diminimalisir bahkan dihilangkan, yang melenceng diluruskan dan yang salah dirangkul dengan tujuan membangun nama baik JKT48 dan juga fansnya.
Terima Kasih
Sumber gambar dari:
  • JKT48Fans.com 
  • @Genderuwota48 
  • @tanya_JKT48

comments with facebook

About Septa

Happy. Confused. Lonely. At the same time.

Check Also

1f

[Editorial] Senbatsu Sousenkyo JKT48 Sejauh Ini – 6 Member dengan Cerita

Tahun ini adalah kali ketiga senbatsu sousenkyo JKT48 dilaksanakan semenjak dimulai pertama kali di tahun …