Sunday, 4 December, 2016
Home » JKT48 News » Tunggu Aku, Veranda

Tunggu Aku, Veranda

Kenalin, nama aku Naufal umur aku 17 tahun, aku anak satu2nya dikeluarga. Aku sekolah di SMAN 48 Jakarta yang mungkin terkenal banget *terkenal dilingkungan situ aja. Saat aku sedang berangkat sekolah dengan sepeda kesayanganku, aku bertemu dengan seorang perempuan memakai seragam sama sepertiku. Rambutnya panjang, ada lesung pipitnya dan wajahnya manis.

“Veranda.” Sapaku pada perempuan itu.
“Hei…” Balas Veranda.
“Ve, mau bareng gk kesekolah ?? “Tanyaku.
“Hem, tapi … “
“Tapikan Ve, kalo jalan kaki capek, yuukk. “Ajakku.

Akhirnya Veranda mau, dia duduk dibelakang dengan posisi miring. Aku terus mengayuh sepedaku dan sampailah di sekolah.

“eh fal, makasih ya tumpangannya, hehe” Kata Veranda
“iya sama-sama” Kataku
“ehh aku duluan ke kelas ya, Shania udah nunggu tuh didepan kelas, bye” Kata Veranda seraya pergi kekelas

Lalu aku menaruh sepedaku ditempat parkir. Rifqi salah satu temanku yang PONGO (Polos Dongo) dia menghampiriku dan bertanya

“Fal Kesambet apaan lu, ko bisa bareng Ve ??” Kata Rifqi
“haha, ngiri lu yee, kwokwo” Kataku meledek
“siapa yang ngiri ?? haha yaudah ke kelas yuk boor” Ajak Rifqi
“Yaudah yuk” Balasku
**********
Aku langsung menuju kelasku yang dilantai 2, ohh iya lupa. Aku ini kelas 12 Sastra 1 dan Rifqi satu kelas denganku, Ve juga satu kelas denganku. Baru sampai didepan kelas bel masukpun berbunyi

“krriikk krrriikkk” belnya agak soak dan ini menandakan masuk kelas dan mulai pelajaran pertama.

Aku duduk di baris ketiga paling depan dengan Rifqi, Sedangkan Ve dia duduk dengan Shania di baris kedua sebelahku dan Rifqi
Guru Sastra kami sedang membacakan absen. Beginilah kalau sudah kelas 12, karena ini kelas sastra dan semua murid disini mengambil jurusan sastra *yaiyalah jadi pelajaran setiap hari hanya itu.

“Krrrikkkkk krrriiiikkk” Bel istirahat berbunyi.

Semua murid2 berbondong-bondong untuk ke kantin sekolah. Saat aku keluar kelas bersama Rifqi aku bertabrakan dengan Veranda yang ingin masuk kekelas.

“Brruuukk, aww” Kata Veranda *jatuh
“ehh Ve, maaf ya aku gk liat, lagian kamu masuk kelas gk mencet tlakson sii” Kataku sambil membantu Ve berdiri
“iya2 gpp, ahh kamu lagi kaya gini masih aja sempat2nya melawak” Kata Veranda
“yee si Opal, gk liat cewe cantik jalan yee” Ledek Rifqi
“ahh elu ki, malu2in gua aja. Jangan panggil gua Opal nama gua Naufal tau” Kataku *menjitak kepala Rifqi

Ve tertawa melihat kelakuanku dan Rifqi.

“Kalian sudah ngerjain tugas belum ??” Tanya Ve
“hah tugas apa emgnya Ve ??” Balas Rifqi Tanya
“iya ya tugas apa emg ??” Kataku melanjutkan
“Kalian lupa ?? ituloh kitakan disuruh ngerjain cerpen tentang sahabat” Jelas Ve
“Ohh iya, mampus gua belom ngerjain, lu udah ngerjain fal ??” Tanya Rifqi
“ohh itu yah itu doang mah gampang cepil” Kataku meremehkan
“emgnya kamu udah ??” Tanya Ve
“BELOM, hehe” Kataku
“isshh kirain mah udah” Kata Ve dengan muka jengkel
“yee semprul, bilang gampang tapi belom, dasar Opal” Ledek Rifqi

Ve tertawa melihat tingkah laku aku dengan Rifqi. Dikelas aku dan Rifqi memang dijuluki sebagai “Great Jokes Master” Aku senang dengan itu.

“Krrriiikkk krrriiikkk” Bel masukpun berbunyi. Murid berbondong2 masuk kekelas.

Didalam kelas Aku terus memperhatikan Ve, dia tidak seperti biasanya yang cenderung pemalu, tapi hari ini dia kelihatan sangat gembira dan senang.

Sepertinya mulai ada rasa dihatiku untuk lebih dekat lagi dengan Ve *dari dulu kemana aja -_-.

“Krriiikkk krrriiikkk” Bel Pulangpun berbunyi. Murid2 berbondong2 keluar kelas.
aku mencari-cari Ve tapi tidak ada, padahal aku berharap bisa bareng lagi untuk mengantarnya pulang.

Ditengah perjalanan, tiba-tiba aku melihat perempuan yang sepertinya aku kenal.

“Ve” kataku membatin.

Saat aku ingin menghampirinya … tiba2 ada sebuah mobil sedan berwarna putih berhenti persis disamping Ve. Lalu aku melihat pria payuh baya keluar dari mobil dan menghampiri Ve.

“Papah”. Kata Veranda
“Kamu sudah pulang nak” Kata pria payuh baya itu.
“Papah ngapain disini ??” Tanya Veranda
“Papah mau menjemput kamu sayang, papah tadi kesekolah kamu udah gk ada, ternyata kamu jalan kaki” Kata pria payuh baya itu lagi

Verandapun naik ke mobil itu dan beranjak pergi.
“Ternyata itu Papahnya Veranda” Kataku membatin.
*                                   *                                   *
Sore hari, aku sedang berjalan2 ditaman ditengah komplek, lalu aku melihat perempuan tengah duduk manis sambil membaca komik.

“Serius banget baca komiknya” Kataku *mengambil posisi duduk disamping Veranda
“Eh kamu, ngapain kamu disini ?? “Kata Ve dengan polosnya.
“Seharusnya aku yang nanya, kenapa kamu disini ?? aku tiap sore selalu main disini” Kataku
“ohh,, ya aku juga main disini 😛 “Kata Veranda
“Lho ,, kok jauh banget bisa maen ke komplek sini ?? “Tanyaku *heran
“kamu belum tau ?? aku sejak kemarin pindah ke komplek sini” Jelas Veranda
“ohh pindah, Kenapa pindah ??” Tanyaku lagi
“Dirumah aku yang lama, banyak hantunya, contohnya kaya kamu” Jelas Veranda
“yyee ,, enak aja ,, emgnya aku mirip sama apa ?? pocong ??” Kataku

Ve pun tertawa karena candaanku ,,

“Udah sore, Pulang yuk ?? “ Ajak Veranda
“Yuukk, Eh tapi rumah kamu dimana ??” Tanyaku
“Rumah aku di jalan Mawar No.48” Jelas Veranda
“kebetulan kita beda satu gang, tetanggaan dong” Kataku
“Emgnya kamu di jalan mana ?? “Tanya Veranda
“Aku di jalan Melati No.46, Sebelah Jalan Mawar” Jelasku
“ohh gitu, yaudah pulang yuukk ,, kan satu arah” Ajak Veranda

Diperjalan menuju rumah, Kami mengobrol dengan Asyiknya dan diselingi dengan candaan.

“Eh, Kita berpisah sampai disini aja” Kata Veranda
“hmm ,, kamu gk mau aku anter sampe depan rumah kamu ??” Kataku
“Gk usah ,, nanti kasihan kamu, pulangnya kemaleman” Kata Veranda
“ahh gk juga,, kan rumah kita lumayan deket :D, tapi kalo kamu gk mau yaudah gpp” Kataku
“hmm ,, ntar deh kapan2 aku ajak kamu main kerumah aku :D” Kata Veranda
“wah aku mau banget kerumah kamu, haha“ Candaku
“Hahaha, yaudah ya ,, aku pulang duluan, Bye :D” Kata Veranda sambil beranjak pergi meninggalkanku sendirian di pertigaan jalan
“iiiiyyaaa Bye” Kataku *teriak sambil berlari menuju rumah
*                                   *                                   *

Malam harinya, Aku membuka jendala kamarku dan melihat-lihat pemandangan di langit yang begitu indah, tiba-tiba dilangit terbayang wajahnya Veranda.
Kenapa langitnya bisa ada wajahnya Ve ya ?? Sontak aku kaget dan mengucek mataku dan kembali melihat ke atas *genteng ,, ehh salah fokus

Setelah kejadian itu aku langsung menutup jendala kamarku dan langsung tidur .
Keesokan harinya ,,

“Selamat pagi, ayo bangun, ayo dibuka matanya, hayoo jangan ditutup lagi, ayo semangat” begitulah bunyi alarm Hpku

Aku bangun dan melihat jam *jam 06.30

“Aduh ,, aku telat, aku telat ,,”

Aku langsung mengambil handuk dan buru2 mandi *untuk berangkat sekolah.
Selesai mandi aku langsung rapih2 dan turun dari kamarku yang di lantai 2

“Mau kemana kamu nak ??” Tanya mamahku *yang sedang sarapan pagi
“Mau kesekolah mah, aku udah telat nih” Kataku *sibuk memakai gesper
“lha, sekolah ?? sekarang kan hari minggu sayang” Tanya mamahku *bingung

Aku terdiam sesaat dan memikirkan sesuatu..

“Ohh iya mah, sekarang kan hari minggu, aduh aku lupa mah” Kataku *melas
“aduh ,, anak mamah masiih SMA udah pikun” Kata mamahku *Geleng2
“yaudah kamu ganti baju lagi sana, terus kita sarapan” Kata mamahku lagi
“Iya mahh ,, “Kataku *sambil lari naik keatas untuk mengganti baju

Karena hari ini hari minggu. Aku tidak ngapa2in dirumah. Akhirnya aku memutuskan untuk main kerumah Rifqi.

Sesampainya Dirumah Rifqi. Aku melihat Rifqi dihalaman sedang mencuci motor.

“Rajin amat booss” Kataku teriak *aku memberi kode karena kedatanganku ingin main
“ehh elu, tumben lu kesini ada apa ??” Tanya Rifqi
“engga, gua cuman main aja kesini, bosen bro dirumah” Jelasku
“Ohh gitu, yaudah masuk dulu aja ,, Kebetulan Bonyok gua lagi pergi” Jelas Rifqi

Rifqi Membuka gerbang untuk aku masuk. Aku duduk diteras sambil menunggu Rifqi selesai mencuci motor. Setelah selesai mencuci motor Rifqi mengajak aku main PS 2. Aku suka banget main PS 2 apalagi bola.

“Ehh ki Cup aja biar enak, gue pake Liverpool ya” Jelasku ke Rifqi
“oke deh, gua pake MU” Kata Rifqi

Tak terasa aku main dirumah Rifqi dari pagi sampai Sore, bahkan aku tidak mengabari ibuku dirumah. Yang mungkin sudah pulang dari kantor. Jam menunjukan pukul 17.00

“ehh ki gua pamit pulang ya, udah sore ntar dicariin lagi” Kataku
“ohh yaudah, bentar lagi juga Bonyok gua pulang, kalo lu gk main kesini gua dirumah juga gk ada kerjaan boorr” Jelas Rifqi
“iye boorr, nasib kita sama boorr, kita sama2 gk punya Adik atau kakak” Kataku

Aku dan Rifqi memang selalu senasib, Rifqi juga anak satu2nya dari Bonyoknya.
Tapi dia dirumah selalu lengkap. Sedangkan aku dirumah hanya ada Mamah dan Mbo Delima karena Papahku tugas keluar kota.  -_-

B0jxpBtIMAAdDDx

Aku segera pulang. Saat aku sampai dipertigaan jalan Mawar dan Melati, Aku melongok ke jalan mawar. Aku melihat perempuan cantik sekali sedang menyirami tanaman, dan Itu Veranda. Aku terdiam sesaat melihat Ve menyiram tanaman, Lalu Ve masuk kedalam rumahnya.

“Cantiknya Veranda” Kataku membatin dan segera pulang kerumah.

*                                   *                                   *                                   *

Malam harinya. Seperti biasa aku membuka jendela kamarku dan melihat-lihat pemandangan diluar. Bintangnya malam ini indah banget. Kataku Membatin

“Naauuffaall”
Terdengar suara mamahku memanggil dari luar kamar
“Iya mah, ada apa ??” Balasku
“Kita makan malam dulu yuk, Mbok Delima sudah memasak nasi goreng kesukaan kamu sayang” Kata mamahku
“Iya mah, mamah duluan aja ke meja makan” Balasku
“Cepat ya nak” Kata mamahku *samar2

Aku langsung menutup jendela kamarku, dan turun kebawah untuk makan malam 😀

Saat tengah asyik makan tiba2 mamahku bertanya kepadaku.

“Kata Mbok Delima, Kamu seharian gk ada dirumah, kamu kemana ??” Tanya mamahku
“Ohh itu, itu aku main kerumah Rifqi mah. Abis aku bosen dirumah gk ngapa2in” Jelasku
“ohh yaudah, lain kali kalo kamu main pulangnya jangan lama2” Kata mamahku
“Iya mah siap” Kataku
*                                   *                                   *                                   *

Dilain Tempat ..

“Hallo, Pak Deddy”
“Iya hallo, ada apa bos??” Kata Pak Deddy
“Saya minta kamu keruangan saya sebentar, saya mau berbicara sama kamu”
“Baik pak saya segera keruangan bapak”

tuut tuut tuut. Telepon diakhiri, Pak Deddy segera keruangan bosnya ..

tok tok tok ..
“Iya masuk aja”
“maaf pak, ada apa ya bapak memanggil saya??” Tanya Pa Deddy
“Ohh ya, jadi gini ,, pak Deddy kangen tidak dengan keluarga di Jakarta ??”
“ya tentu dong pak, saya kangen sekali, apalagi dengan anak saya pak” Jawab pak Deddy
“Saya mengijinkan/meliburkan bapak untuk pulang ke Jakarta selama 1 bulan, gimana bapak mau ??”
“haduh, saya sih mau2 aja pak, tapikan pekerjaan saya masih banyak dan gk bisa ditinggal pak” Jawab Pak Deddy
“Tidak apa2 pekerjaan bapak biar nanti anak saya yang menggantikan untuk sementara, gimana mau pak??”
“hmm,, yaudah deh pak saya mau, lagian saya sudah 6 bulan gk pulang” Balas Pak Deddy
“Yaudah kalo gitu, biaya Transportasi biar saya yang ngatur, bapak tinggal berangkat aja mulai besok”
“iya pak, Makasih ya pak :D” Jawab Pak Deddy *Sungkem
*                                   *                                   *

Back ..

“Selamat pagi, ayo bangun, ayo dibuka matanya, hayoo jangan ditutup lagi, ayo semangat”
alarm Hpku berbunyi

“Hooaamm, jam berapa ya sekarang ??” Kataku *menguap

Aku melihat jam, jam menunjukan pukul 05.30. Lalu aku segera mandi dan bersiap2 untuk berangkat sekolah. *niatnya sih pengen jemput Veranda.

“Seellamaat pagi” Kataku dengan semangatnya
“Tumben kamu bangun jam segini sayang??” Kata mamahku
“Iya dong mah, kan aku mau jemput Veranda mah. Ehh “Kataku *keceplosan
“Veranda ?? siapa Veranda ?? pacar kamu ya ?? ” Tanya mamahku
“Bukan mah, bukan” Kataku gugup
“Kapan2 kenalin ke mamah dong yang namanya Veranda. Pasti cantik pasti juga pacar kamu.” Ledek mamahku
“ahh mamah jangan ngomong kaya gitu ah, aku kan jadi malu” Kataku *pipiku memerah.

Sehabis sarapan aku langsung mengambil sepedaku di garasi rumah, dan langsung menuju rumah Veranda

Sesampainya Dirumah Veranda.

“Kriikk krriikkk, Veraannnnddaaa” Aku memencet bel seraya memanggil Veranda

Lalu Veranda keluar dengan memakai seragam sekolah sama sepertiku, Rambutnya diurai wajahnya manis, Roknya diatas lutut *asal jangan keatasan

Aku bengong melihat Veranda yang keluar dan membuka gerbang.

“Lho ko kamu tau rumah aku ?? dari mana ??” Tanya Veranda bingung
“haha, aku ngikutin kata hati aku. Kata hati aku tau dimana rumah kamu, ya jadi aku tau” Candaku
“ihh kamu, aku kan jadi malu” Kata Veranda pipinya memerah
“haha, eh bareng yuk naik sepeda mau gk ??” Tanyaku
“oke, kebetulan aku lagi pengen naik sepeda sama kamu” Kata Veranda

Kata2 Veranda membuat aku senyum2 sendiri. Veranda duduk di belakang dengan posisi miring dan tangannya memeluk tubuhku.

Diperjalan ..

“hhmm Ve, mau gk tiap berangkat sama pulang sekolah kita bareng terus naik sepeda” Tanyaku
“Mau aja, apalagi naik sepedanya sama kamu, pasti seru :D” Balas Veranda
“ahh kamu Ve, bikin aku melayang aja,, wkowko” Kataku *malu

Sampai sudah disekolah, Veranda turun dari sepedaku

“Fal, aku duluan ya, jangan lupa nanti pulang bareng lagi ya” Kata Veranda
“Iya2” Jawabku singkat

Veranda langsung Menghampiri Shania yang sudah menunggu didepan kelas.

“Cie Veranda bareng sama Naufal nih yee” Kata Shania meledek
“ahh kamu shan, bisa aja” Kata Veranda pipinya memerah

Veranda dan Shania pun tertawa dan masuk kelas.

Rifqi, menghampiriku ditempat parkir sepeda.

“woy fal, lu bareng lagi sama si Ve ??” Tanya Rifqi
“Iyalah, haha” Kataku
“ahh laga lu fal fal baru akrab aja udah begigi *eh begitu” Kata Rifqi
“ya gpplah ki, dari pada lu, dari kelas 1 sampe sekarang masih belom bisa dapetin Shania” Ledekku.

Rifqi memang dari dulu suka sama Shania, Tapi dia gk berani ngungkapinnya

krrriikkk krriiikkk ,, bel sekolah yang sudah soak pun berbunyi. Murid2 berkerumunan masuk kedalam kelas

Didalam kelas aku curhat dengan Si Rifqi, aku meminta batuan ke Rifqi agar aku bisa lebih deket lagi sama Ve. Karena terus mengobrol, aku dan Rifqi tidak memperhatikan pelajaran.

Krrriiikkkk krriiikkk ,, bel soak kembali berbunyi, itu menandakan waktunya Istirahat. Aku dan Rifqi biasa jajan dikantin, saat aku sampai kantin, aku melihat Veranda yang juga sedang jajan dikantin.

“fal, ada Ve tuh, samperin gih” Kata Rifqi
“Ogah ah, malu bego” Jawabku
“Yaelah masa malu, katanya mau dapetin hatinya si Ve ??” Balas Rifqi
“Yaelah, tapi gk gitu juga ki, ntu kan ada si Shania, malu gua” Jawabku
“yaudahlah, cari tempat duduk yu, laper gua mau makan” Kata Rifqi
“aahh, pikiran lu cuman makan aja, badan udah segede gentong noh, Diet makanye” Ledekku
“gk bisa diet gua, udah permanen” Jawab Rifqi
“Ahh dasar pongo” Ledekku

Aku dan Rifqi pun tertawa bersama, Kita memang sudah sahabatan sejak pertama masuk SMA. Aku sengaja mencari tempat duduk yang jauh dari tempat duduknya Veranda, karena aku malu.
Namun aku selalu memerhatikan Veranda dari jauh 😀

“Ve, mau liat orang gilla gk ??” Kata Shania
“hah, orang gilla ?? mana ??” Balas Veranda
“Tuuhh *Shania menunjuk kearah ku yang lumayan jauh”
“Ve pun melihatku lalu tersenyum, dan menunjuk kearah gelas minumku”

Pantas saja aku dibilang orang gilla, ternyata aku memasukan kecap ke Es Jerus Nipisku -__-. Ini akibatnya kalau terus memerhatikan si Ve, hehe” Ledek Rifqi

Veranda dan Shania tertawa melihat kelakuanku dan Rifqi.

Krriiikkk krrriiikkk, bel soak kembali berbunyi, itu menandakan waktu istirahat habis, dan untuk lanjut belajar, semua murid berkerumunan masuk kelas.

Didalam kelas aku terus saja memikirkan Veranda, ntah mengapa akhir2 ini aku tidak fokus pada pelajaran, dan terus saja memikirkan Veranda

Krriiinnggg krrriiinnngg *lha tumben belnya lancar, semua murid didalam kelasku pun pada tertawa, bel ini menandakan waktunya pulang.

“Fal, pulang bareng gk ??” Tanya Rifqi
“kayanya gk dulu deh ki, gua mau bareng Veranda” Jawabku *berbisik
“ohh jadi gitu, oke boor, Good Luck yoo” Balas Rifqi
“oke boor, doain yee, kwokwo” Kataku
“yee, yaudah ya gua duluan, bye” Balas Rifqi seraya pergi meninggalkanku

Aku mengambil sepedaku di tempat parkir, lalu aku langsung mengayuh sepedaku ke gerbang sekolah, dan ternyata Veranda sudah menunggu disana.

“Ve, nunggunya lama ya ??” Tanyaku
“ahh gk ko, aku juga baru keluar” Balas Veranda”
“ohh yaudah, jadi kan pulang bareng??” Tanyaku
“Jadi dong” Jawab Veranda seraya duduk dibelakang sepeda dan mengambil posisi duduk miring *seperti biasa

Sampai sudah didepan rumah Veranda, Veranda langsung turun dan membuka gerbang.

“Mau mampir dulu gk fal?? “Tanya Veranda
“hmm ,, mau gk ya ??” Kataku *padahal dalam hati mau banget
“Mampir dulu aja, didalem gk ada ortu aku, Cuma ada pembantu aku” Jelas Veranda
“Yaudah deh, tapi Cuma sebentar aja ya” Jawabku

Aku langsung memarkirkan sepedaku di garasi rumah Veranda, lalu aku menunggu diteras depan rumah Veranda.

Terlihat dari dalam rumah Veranda, Veranda membawa 2 gelas minuman dan makanan ringan

“Ve, besok bareng lagi kan ??” Tanyaku
“Bareng dong, tapi besok pulang sekolah anterin aku ke toko buku dulu mau gk ??” Kata Veranda
“oke deh, sekalian aku juga mau beli komik naruto volume terbaru” Jawabku sekenanya

Sedang asyiknya ngobrol, bercanda, dllnya, dirumah Veranda, Tiba2 ibuku menelepon

“Impian ada ditengah peluh, bagai bunga yang mekar secara perlahan” *begitulah ringtone HPku berbunyi

Setelah selesai menelepon akupun pamit pulang dari rumah Veranda, karena ada perlu.

“Ve, aku pamit pulang dulu ya, ada keperluaan mendadak nih” Kataku
“Ohh yaudah, makasih ya udah mampir” Balas Veranda
“Justru aku yang berterima kasih kerena sudah diperbolehkan mampir kerumah kamu, eh tapi sebelumnya aku boleh minta nomer kamu gk ??” Tanyaku
“Boleh, catet dong” Kata Veranda

Aku langsung mengeluarkan HandPhoneku disaku celanaku.
“Catet ya *089654248367“

Lalu aku segera, pamit pulang, aku tidak pamit pulang dengan ortunya Veranda.
karena tidak ada dirumah

“Aku pulang ya Ve, bye” Kataku sambil mengayuh sepeda dan pulang

Sesampainya dirumah, aku harus mengatakan berjuta2 Wow, karena papahku ingin pulang, dan sore ini aku akan menjemput papahku dibandara
*                                   *                                   *

Sudah lama sejak papahku tugas keluar kota, aku tidak memakai-makai lagi mobil Ford pemberian papahku waktu ulang tahun ke 16. Karena sore ini aku ingin menjemput papahku, jadi aku pakai mobilnya.

Setelah sampai dibandara, aku masuk ke lobby, terlihat papahku dari kejauhan sedang menikmati jus yang tersedia didalam bandara itu. Lalu aku menghampirinya.

“Papaah, apa kabar?” Kataku *berdiri disamping papahku
“Naufal, aduh papah kangen sekali sama kamu, gimana sekolah kamu baik2 aja kan??” Kata Papahku seraya memelukku
“iya pah, disekolah aku baik2 aja, aku udah bosen berantem terus hehe” Ledekku
“Bagus kalo gitu, itu baru anak papah, Mamah mana ??” Tanya papahku
“Mamah gk ikut pah” Jawabku singkat
“ohh gitu, yaudah yuk pulang, papah kangen suasana rumah” Ajak Papahku
“Yuukk” Jawabku singkat

Papahkulah yang menyetir untuk pulang, karena papahku sudah lama tidak naik mobil, dan lupa jalanan Jakarta.

Sesampainya dirumah, mamahku menyambut kedatangan papahku, mereka saling berpelukan dan sedikit cipika cipiki.

Dimalam hari kami sekeluarga sedang makan malam.

“Naufal makannya pelan2 nanti tersedak ??” Kata papahku
“Iya pah, abis laper, hehe ??” Kataku *cengar cengir

Dikamar aku membuka jendela seperti biasa, dan kembali memikirkan tentang Veranda.

“ahh, kenapa aku tidak SMS dia aja ya, kan aku baru saja punya Nomernya” Kataku membatin

Lalu aku mengambil HandPhoneku yang terletak di meja belajarku, dan kembali duduk di jendela kamarku seraya mengetik pesan yang akan ku kirim ke Veranda

Beginilah isi pesanku dilayar HP

“Malam Ve, lagi apa?” Isi pesanku yang ku kirim ke Veranda

Aku dengan sabar menunggu balasan dari Veranda, daannn ..

“Aitakatta .. Aitakatta…Aitakatta yes, jes jes jes”

Begitulah nada pesan masuk di Hpku, dan ternyata Veranda membalas Pesanku, yang isinya

“Malam juga, ni pasti Naufal ya ??” Balasan dari Veranda

Aku dipakasa untuk koprol sambil bilang WOW, ternyata Ve sudah menebak kalau yang SMS itu aku.

1 jam aku SMSan dengan Veranda, dan sekarang waktunya untuk tidur, karena Ve sudah tidur duluan. Aku sudah berjanji besok dan seterusnya setiap berangkat sekolah dan pulang sekolah kami selalu bareng.
*                                   *                                   *                                  *                                   *

Pagi harinya, aku sudah sampai didepan rumah Veranda. Veranda pun keluar kali ini rambutnya diponi dan menutupi sebelah matanya, dan itu membuat aku tercengang sesaat.

Seperti biasa Ve duduk dibelakang dengan posisi miring. Diperjalanan kami bercanda2 tertawa2 sampai hampir jatuh dari sepeda.

Apesnya pas sudah sampai didepan gerbang sekolah, ada Rifqi yang meledekku.

“Cie-cie ,, sepedaan berduaan aja nih yee,, ahayde” Ledek Rifqi
“Diem lu pongo” Kataku teriak

Veranda pun turun dan langsung masuk kekelas, akupun memarkirkan sepedaku dan masuk kelas bersama Rifqi.

Didalam kelas aku selalu saja diledekin si Rifqi. Hingga Bel masuk pun berbunyi Rifqi Tetap meledekku.

Veranda, Shania, Rifqi memasang muka serius termasuk aku,, karena guru yang biasa mengajar dikelas kami tidak masuk karena sakit, jadinya diganti sama guru yang lumayan Killer.

“Krriiinnngg krrriiinnngg” Widih belnya baru diganti kayanya, udah gk soak lagi” Kataku meledek

Semua teman2 tertawa karena lawakanku, aku segera menuju kantin karena waktunya istirahat.

Dikantin tiba2 aja Rifqi menghampiri meja yang disitu ada Shania dan Veranda.

“Hy Shania, hy Ve. Aku boleh gabung gk ?? “Tanya Rifqi
“boleh kok “ Jawab Shania dan Ve kompak
“eh opal, sini ikut. Kapan lagi bisa makan bareng cewek cantik coba” Ajak Rifqi
“eh iya sini aja fal gabung” Kata Veranda
“ehh iya2” Kataku sambil duduk disamping Rifqi
Rifqi dengan gaya so coolnya menawari makanan dan dia mau mentraktir aku, Ve, dan Shania.

“cuy pesen yang enak2 biar gua yang bayar” Kata Rifqi dengan gaya so cool
“alah lu belagu, paling sampe rumah jerit duit jebol” Ledekku

Ve dan Shania tertawa karena candaanku, Akhirnya kami semua memutuskan untuk memesan nasi goreng dan minumnya Jus Jeruk *biar samaan dan simple

Selesai makan kami ngobrol2 sebentar .. sampai2 Ve dan Shania ketawa ngakak, karena lawakanku dengan si Pongo (Rifqi)

“Krriinngg kkrrriinngg bel masuk pun berbunyi” Murid berbondong2 masuk kelas, Namun

“Ceekk ceeekk” *Suara TOA sekolah berbunyi, dan menandakan ada pemberitahuan, semua murid2 dengan seksama mendengarkan pemberitahuan itu.

“yaa anak-anak, hari ini kalian tidak belajar full, karena guru2 akan segera rapat, jadi kalian boleh pulang sekarang, Terima kasih”

yyyeessss,, teriak semua murid seisi kelas, dan sibuk memasukan buku kedalam tas dan segera pulang. Ketua kelas menyiapkan doa untuk pulang.

Murid2 berbondong2 keluar kelas termasuk Veranda, Veranda langsung menghampiriku.

“Yukk fal Ke Toko buku” Ajak Veranda
“yaudah yuukk” kamu tunggu gerbang ya, aku ngambil sepedanya dulu” Jawabku sambil berlari menuju parkiran

Sampai sudah digerbang sekolah, terlihat Veranda sedang menungguku.

“yuukk, capcus kita ke Toko buku” Pungkasku
“Yuukk” Balas Veranda, dan duduk dibelakang sepeda dengan seperti biasa

Dijalan aku menanyakan sesuatu kepada Veranda.
“Ve, emgnya ada apa sih, tumben kamu mau ke Toko Buku ??” Tanyaku
“iya nih, aku mau beli buku tentang kebudayaan Jerman” Balas Veranda
“ohh, kamu suka Kebudayaan Jerman ya Ve ??” Tanyaku lagi
“I..iya”  jawab Veranda sedikit gugup

Sampai sudah di Toko Buku, kami langsung masuk untuk membeli keperluan masing2.
Aku membeli komik naruto sedangkan Veranda membeli buku tentang kebudayaan Jerman.

Setelah membeli buku, kami menyempatkan untuk mampir ke café sebentar untuk minum.

Sambil minum kami ngobrol2 dengan asyiknya hingga tak terasa sudah jam 2 siang, ini waktunya untuk pulang.

diperjalanan tiba2 Veranda Menanyakan sesuatu.

“Fal, kan 4 bulan lagi kita lulus nih dari SMA” Tanya Veranda
“Iya, emgnya kenapa ?? “ Balasku
“niatnya kamu nanti mau kuliah dimana ??” Tanya Veranda lagi
“hmm,, gk tau ya,, aku juga bingung, kalau kamu ??” Balasku balik
“aku juga sih gk tau mau dilanjutin dimana, soalnya universitas di jakarata bagus2, haha” Kata Veranda

Setelah nganterin Veranda sampai rumah, akupun pulang dengan perasaan gembira.
Saat aku sedang istirahat dikamar, tiba2 ..

“Aitakatta .. Aitakatta…Aitakatta yes, jes jes jes”
Nada SMS masuk berbunyi di Hpku ,, aku langsung mengambil HP dan melihat siapa yang SMS. Dan ternyata SMSnya dari si Pongo alias (Rifqi)

“woy fal, temenin gua ke mall yuk” begitulah isi pesan dari Rifqi

Lalu aku balas ..

“Yaudah yuukk” Balasku singkat
“Gua jemput lu sekarang, lu siap2 dulu gih” Balas Rifqi dikotak masuk
“oce booss” Balasku singkat

Kemudian aku rapih2 untuk nemenin Rifqi ke Mall. Aku turun untuk pamit ke Ortuku.
Mamahku dan Papahku sedang menonton Televisi

“Mah, Pah. Aku pergi dulu ya, nemenin Rifqi ke mall” Kataku
“Yaudah hati2 ya, kamu naik apa kesana ??” Tanya mamahku
“Naik motor sama Rifqi, ntar juga dijemput” Kataku
“Yaudah tapi hati2 ya” Lanjut Papahku

Aku keluar membuka pintu dan ..

“Tiiiinnnnn tiiinnnn” suara Tlakson motor berbunyi”
dan ternyata itu Rifqi dengan motor maticnya. Aku segera menghampiri Rifqi dan langsung naik, lalu capcus

Ditengah Perjalanan ..

“Ehh Pongo, Kesambet setan apaan lu ?? ko tiba2 minta anterin ke Mall ??” Kataku meledek
“udah nanti aja gua jelasin disana, ribet nih” kata Rifqi seraya menambah kencang laju motor

Setelah sampai di Mall, aku menunggu didepan pintu masuk, sementara itu Rifqi menaruh motor ditempat parkir.

Aku berjalan masuk sama si Rifqi, tiba2 Rifqi masuk sebuah toko boneka.

“Lha, ko ke toko boneka ki ??” Kataku *bingung
“Jadi gini fal, bla bla bla bla bla” Jelas Rifqi

Ternyata Rifqi mau nembak Shania. Ini dia yang ditunggu2 dari dulu, Shania ini suka banget sama boneka, jadi dia minta bantuan aku untuk mencari boneka yang pas buat Shania.

“Ehh, ki sebelumnya udah lu tanya belom kalo si Shania suka boneka apa ??” Tanyaku
“WADUH,,, belom fal” Jelas Rifqi
“ahh dasar pongo” Ledekku

Setelah mencari2 boneka yang pas, akhirnya si Rifqi menemukan yang pas, yaitu boneka Doraemon yang ukurannya lumayan besar.

Lalu kamipun pulang, aku diantar sampai rumah.
Tapi Rifqi tidak langsung pulang, dia langsung menuju rumah Shania.

“borr,, Semoga berhasil ya lu dapetin Shania ??”Kataku
“Iya fal, makasih ya. Lu juga deh gua doain bisa dapetin si Ve..” Kata Rifqi
“Iya ki kalo bisa nanti lu bantuin gua ya, hehe” Kataku
“ Sip dah. Yaudah gua capcus dulu ya,, doain ya” Kata Rifqi seraya menyalakan motor dan pergi.
*                                             *                                            *                                             *

Malam harinya, saat aku sedang sibuk mengerjakan PR, tiba2 Rifqi SMS ku, tertera dilayar HP seperti ini ..

“Cooy, besok lu gua traktir makan Nasgor yee dikantin” SMS dari Rifqi
“wahh tumben lu baik ?? kesambet apaan lu” Balasku di SMS
“udehh, besok gue ceritain dah” Balas Rifqi lagi
“Yaudah gua tunggu besok traktirannya, kalo bohong gue lempar lu dari atas gedung sekolah” Balasku *meledek
“Yaudah tenang aja gua janji ko. Eh gua minta Nomernya si Ve dong, dia juga mau gua traktir” Balas Rifqi
“Yaudah nih. 089654248367” Balasku
“oke Thanks borr” Balas Rifqi

abis SMSan sama si Rifqi, aku tidak melanjutkan mengerjakan PR, melainkan mendengarkan musik pakai Headset.

“Karena Kusuka, suka dirimu, hanya dengan bertemu denganmu, perasaanku jadi hangat dan menjadiii penuuuhh”

Begitulah lagu yang kudengarkan dari Headsetku.
*                                             *                                             *

Keesokan paginya, Seperti biasa aku mau menjemput Veranda, tapi setelah aku kerumahnya ternyata Veranda sudah berangkat duluan. Aku sedikit kecewa tapi gpplah.

Aku langsung mempercepat kayuhanku menuju sekolah, terlihat Veranda gelisah seperti menunggu sesorang.

“Ve, ko kayanya gelisah banget” Sapaku
“Naufal, aku nungguin kamu tau, aku mau minta maaf karena tadi aku gk bisa bareng kamu, kamu pasti kerumah aku kan ??” Tanya Veranda *gelisah
“iya, tadi aku kerumah kamu, kata pembantu kamu, kamu udah berangkat duluan diantar sama papah kamu” Jawabku
“Iyaa ,, tadi aku lupa SMS kamu, mau bilang kalo gk bisa bareng” Kata Veranda
“Yaudah gpp, yang pentingkan nanti pulang bareng lagi” Kataku sambil senyum kearah Veranda
“ahh kamu bisa aja” Kata Veranda seraya mencubit pipiku

Lalu Veranda masuk kedalam kelas duluan, aku memarkirkan sepeda. Didalam kelas Rifqi, Shania dan Ve sedang mengobrol

“Cooyy, lama banget lu datengnya. Ohh iya Ve ko tumben gk bareng si Opal ??” Tanya Rifqi
“Engga hari ini aku dianter” Balas Veranda
“Yahh si Opal galau dah, hehe” Ledek Rifqi

Seketika pipiku memerah, dan Ve terus saja senyum kearahku *ohh my god

Rifqi menceritakan semuanya didalam kelas, ternyata dia sudah jadian sama Shania. Ve terlihat kaget setelah Rifqi dan Shania memberitahunya, Kalau aku sih biasa2 aja. Sejak tadi malam aku sudah menebak hal ini.

“Sorry ya Ve aku cerita ke kamunnya belakangan, Lagian aku sama Rifqi juga baru jadian kemarin sore” Kata Shania ke Ve
“Iya gpp ko Shan. BTW semoga kalian langgeng ya, hehe” Kata Veranda
“Jadi Ve kamu gk mau pacaran Naufal ??” Ledek Shania

Aku kaget setelah Shania ngomong seperti itu, aku hanya bisa senyum2 sendiri

“ahh kamu Shania” Balas Ve yang pipinya sudah memerah

Aku dan Ve saling menatap dan tersenyum 😀

“Kkkrrriiinnnnggg kkkrrriiinnggg” bel masuk berbunyi, Ketua kelas menyiapkan doa

Dilain tempat (tepatnya dirumahku)

“Mah, papah harus balik ke Batam mah, bos papah barusan nelpon, katanya papah mau naik jabatan, karena tugas yang selama ini papah kerjakan tuh sukses besar mah.
“lho ko tiba2 pah katanya papah 1 bulan disini ??, nanti Naufal gimana pah ??” Tanya mamahku
“Nanti mamah aja yang bilang ke Naufal kalo papah ada urusan yang penting, nanti juga papah tinggalnya bukan di Batam lagi mah, melainkan di Bali.
“ohh gitu, Yaudahlah pah. Mamah sebagai istri selalu mendukung apa yang papah kerjakan asal itu halal.
“Iya mah Makasih.

Papahku mencium kening ibuku

Back ..

“Krriiinngg kriiinnggggggg” bel istirahat berbunyi, Rifqi dan Shania menepati janjinya untuk mentraktir aku dan Ve makan.

Saat sedang asyik2nya makan sambil bercanda. Karena candaanku membuat Ve tidak kuat untuk menahan tawanya sampai akhirnya dia tersedak.

“Uhuk uhuk”

Reflek aku langsung memberikan minum ke Veranda

“Cie perhatian banget” Ledek Shania
“Sesama teman harus membantu” Kataku dengan senyuman
“Temen apa temen ??” Ledek Shania lagi
“Ahh kamu Shan” Kataku malu

Tiba2 pipikupun menjadi merah

“Ihh pipinya Merah” Ledek Shania

Veranda hanya senyum2 sendiri melihat aku diledek sama Shania

Setelah kejadian ini aku dan Veranda diledek habis2an oleh Shania. Tak mau kalah Rifqi sesekali juga ikut meledek -_-

“Krrriinngg krrriiinnggg” bel masuk kembali berbunyi, murid2 berkerumunan masuk kelas.

Guru yang mengajar dikelas aku tidak masuk, Jadi aku, Rifqi, Ve, dan Shania bersama teman-teman yang lain hanya bercerita tentang hal-hal yang dapat membuat suasana kelas menjadi ramai.

“Krrriiinngggg krrririinnngggg” Bel pulang berbunyi, semua murid2 keluar kelas termasuk aku.
Hari ini aku tidak pulang bareng lagi dengan Veranda karena dia mau main kerumahnya Shania :’(

Lalu aku mengambil sepeda di parkiran.

Lalu aku mengayuh kencang pedal sepedaku menuju rumah.
Saat aku sampai rumah, aku sangat kecewa dan kesal. Saat aku tau dari Mamahku, kalau papahku kembali Ke Batam dengan cepat.

Aku merenungkan nasibku harini dijendela kamarku seperti biasa.
-Berangkat sekolah aku tidak bareng Ve
-Pulangpun juga gk bareng
-Papahku kembali ke Batam tanpa ngasih tau aku.
Sungguh sial nasibku harini L.
*                                             *                                            *                                             *
3 bulan kemudian ..

Aku semakin akrab dengan Veranda, setiap hari kemana-mana aku selalu dengan Veranda dari mulai Nonton bioskop berdua, ke pantai berdua, Makan berdua. Pokonya kemana-mana Selalu berdua *tidak termasuk tidur.

Ada yang mengira aku dan Veranda Pacaran, padahal tidak, bahkan sampai sekarang aku belum menyatakan cintaku kepada Veranda.

Aku memutuskan untuk meyatakan cinta pada Veranda pas nanti pengumuman kelulusan.

Dan hari ini Veranda mengajak aku jalan2 ke Kota Tua.
Dikota Tua aku dan Veranda foto2 dll.

“Fal istirahat dlu yuk, capek nih,, Sekalian liat foto2 kita tadi” Kata Veranda
“yaudah yuk, kita minum es kelapa disana aja yuk, kayanya seger minum es kelapa siang2 gini, berduaan sama kamu” Katakku menggoda
“Ahh kamu ini bisa aja” Kata Veranda seraya mencubit pipiku.

Kamipun memutuskan untuk membeli es kelapa.

“Bang es kelapanya 2 ya” Kataku memesan
“oke sip” Kata tukang es kelapa

Setelah 5 menit nunggu, es kelapa yang kami pesan sudah jadi, sambil menikmati es kelapa berdua dibawah pohon beringin yang sejuk. Kami mengobrol tentang Universitas yang terkenal di Jakarta.

“Ve, es kelapanya enak gk ??” Tanyaku
“Enak dong, hehe. Eh udah abis lanjut lagi yuk jalannya, kita kunjungi semua tempat yang ada Di Kota Tua ini” Jawab Veranda
“Yaudah yuk, kamu duluan aja jalannya, aku bayar Es nya dulu, kalo gk dibayar ntar aku di bawain golok” Ledekku
“haha iya” Jawab Veranda *tertawa

Setelah membayar, Aku dan Veranda melanjutkan perjalanan menelusuri Kota Tua ini.
Saat sedang masuk kesebuah ruangan yang dulunya punya belanda, aku dan Ve melihat Kecoa melintas didepan kami. Veranda Teriak dan langsung memelukku. Tak disangka aku membalas pelukan Ve yang sangat ketakutan melihat Kecoa.

Karena kebetulan didalem ruangan itu sepi jadi aku sedikit pede memeluk Ve.
Ve melepaskan pelukannya dan meminta maaf.

“Eh fal, maaf ya. Aku emg takut banget sama yang namanya kecoa” Jelas Veranda
“Iya gpp, aduh pulang aku gk mau ganti baju nih” Kataku
“Lho kenapa ??” Tanya Veranda bingung
“Karena aku gk mau kehilangan bekas pelukan bidadari dibajuku” Kataku Menggoda
“ahh kamu bisa aja” Kata Veranda seraya mencubit pipiku
“Ahh kamu, cubit pipi aku terus. Kan aku jadi melayang” Kataku menggoda
“ahh kamu menggombal aja kerjaannya” Kata Veranda
“Hehe maaf” Kataku Cengar cengir

Lalu kami memutuskan untuk pulang karena sudah jam 3 sore.
Didalam Bus Veranda memegang tanganku dengan erat, dan dia tertidur pulas dipundakku.
Aku tidak Berani gerak sedikitpun, karena takut membangunkan Veranda yang tengah tertidur pulas.
*                                             *                                            *                                             *                                             *

1 bulan kemudian..
Tepatnya hari ini adalah hari pengumuman kelulusan.

Aku dan Rifqi sangat tegang setelah, beberapa orang yang disebut ada yang tidak lulus dari anak IPA *bego bener

“Itu tadi 5 orang yang harus 1 tahun menuntut ilmu disekolah ini kembali, dan sisanya. Kalian lulus semua” Kata kepala sekolah

hhhoorreee ,, teriak semua murid kelas 12 yang mengikuti acara pengumuman kelulusan. Termasuk aku.
Aku melihat dari kejauhan Veranda nampak murung. Padahal dia Lulus.

Aku langsung menghampiri Veranda yang nampak murung itu.

“Ve, ko murung ?? bukannya senang ?? kan kita sudah lulus ??” Tanyaku
“ehh iya, aku senang ko. Aku Cuma kepanasan aja nih hehe” Balas Veranda *bohong
“ehh kalo kepanasan ke kantin aja yuk minum, aku traktir deh” Ajakku
“hmm boleh deh” Jawab Veranda
“yaudah yukk” Kataku seraya menarik tangan Veranda dan membawanya ke kantin.

Dikantin Cuma ada aku dan Veranda. Karena yang lain sudah pada pulang. Kebetulan Kantin juga belum tutup.

Disinilah saatnya aku menyatakan cintaku kepada Veranda.

“Ve, ada yang mau aku omongin sama kamu nih” Kataku
“Omongin apa ?? ngomong aja..” Balas Veranda
“hmm,, dari dulu sebenernya aku udah suka sama kamu Ve, tapi aku gk berani ngungkapinnya ke kamu, dan sekarang saatnya aku menunggkapkan perasaan aku ke kamu. Maukah kamu jadi pacarku Ve ??” Kataku dengan matangnya
“sebenernya aku juga suka sama kamu fal, tapi aku suatu kendala  yang membuat aku tidak bisa nerima kamu” Kata Veranda.

Veranda mengeluarkan air matanya, Lalu aku mengusap air matanya dengan kedua tanganku. Lalu aku memegang tangan Ve dengan erat.

“Tidak apa-apa kalau kamu tidak mau nerima aku, akupun menerimanya dengan lapang dada” Kataku

Air mata Veranda semakin deras keluar, Lalu dia langsung pergi meinggalkanku sendirian dikantin.
Aku memanggil2, Veranda. Kamu mau kemana ?? Veranda tunggu..

Ve berlari semakin kencang, dan dia dengan cepat memberhentikan taksi dan naik, Lalu pergi.
Aku menangis kecil digerbang sekolah setelah mengejar Veranda.

Lalu Rifqi dan Shania menghampiriku.

“Lu ngapain fal disini ??” Tanya Rifqi
“gk ngapa2in ko” Kataku *mengusap kedua mataku
“kamu nangis ya fal ??” Tanya Shania
“gk aku gk nangis ko” Kataku *dengan senyum memaksa
“ohh gitu, Eh Veranda mana ??” Tanya Shania lagi

Aku terdiam dengan pertanyaan Shania. Rifqi dan Shania bingung kenapa aku seperti ini. Mau tidak mau aku menceritakan semuanya ke Rifqi dan Shania. Aku jadi bingung saat Rifqi dan Shania berbisik

“Ini masalah yang berat”

Akhirnya aku pulang dengan lemas. Seperti biasa aku merenungkan nasibku di pintu jendela kamarku.

tiba2.. saja.. Rifqi SMS ku, dan isinya

“Fal ada yang mau gua omognin ke lu nih, tentang Veranda. Gua tunggu ditaman komplek, kalo lu gk dateng lu bakal nyesel seumur hidup lu ..” Isi pesan dari Rifqi

Lalu aku segera berlari menuju taman komplek, dan aku melihat Rifqi dan Shania sedang duduk di salah satu bangku ditaman itu

“Ada apa ki ?? ko mendadak ?? “ Tanyaku ke Rifqi
“hmm ,, gini fall .. hmm” Kata Rifqi Gugup
“apa ki ?? “ Kataku *penasaran

Karena Rifqi Terdiam. Akhirnya Shania yang melanjutkan berbicara

“Fal Veranda nitip ini ke aku, biar jelasnya mending  kamu buka amplopnya” Kata Shania seraya memberikan amplop pemberian Veranda

Aku membuka amplop itu, isinya ada 2 kertas dan satu kalung berbentuk huruf “V”

Aku membaca kertas yang pertama dan isinya Puisi dengan tulisan tangan Ve Sendiri, dan isinya seperti ini ..

“Ku paham bahwa dirimu tak akan terhapus oleh apapun. Kepergianku bukanlah akhir dari semua ini. Mungkin kita akan dipersatukan kembali dalam satu hati. Dan tersenyumlah saat kau mengingatku ketika kau merindukanku. Dan janganlah engkau menangisi kepergianku. Ku akan kembali kepadamu dan kita mulai lagi hubungan baru kita dari awal lagi suatu saat. Ku ingin mengatakan padamu bahwa aku sangat cinta padamu.”

Aku masih Tidak mengerti isi dari puisi itu. Dan aku membaca kertas yang kedua.

Yang isinya..

“Naufal, Maaf aku gk bisa nerima cinta kamu, karena kepergianku ini, aku akan pergi ke jerman untuk melanjutkan sekolahku, aku Kuliah disana. Karena papahku, dan demi cita-citaku yang ingin menjadi seorang penulis, maafkan aku, aku gk bisa ngomong langsung ke kamu. Karena aku benci perpisahan, sebenernya aku juga suka sama kamu, tapi apa daya aku sudah didaftarkan papahku untuk kuliah dijerman.

Aku titipkan Kalung bertuliskan huruf “V” untuk kamu, jaga kalung itu dan jangan sampai hilang. Kamu jangan sedih ya, kita Cuma beda jarak aja ko, kita tetap satu langit. Jadi Aku ingin kamu tetap menungguku di taman komplek rumah kita, mungkin kamu baca surat ini aku masih nunggu kamu di bandara. Dan satu lagi aku ingin lihat kamu memakai kalung ini sampai Two Years Later. Pas aku balik buat kamu. Tunggu Aku Two Years Later”

Salam Hangat Jessica Veranda

Saat itu aku tidak bisa membendung air mataku, dan Rifqi dan Shania ikut mengeluarkan air matanya.

“samperin Veranda sekarang fal. Jangan sampai terlambat” Kata Shania

Aku langsung berlari keluar komplek dan memanggil taksi dan menuju bandara untuk melihat Veranda untuk terakhir kalinya.
Sesampainya dibandara aku telat beberapa menit. Ternyata Pesawat menuju Jerman sudah mau Take off. Aku melihat pesawat yang dinaiki Veranda dan makin lama semakin naik, naik, naik, dan naik. Dan sudah dilangit

“Jejak pesawatnya dilangit garis putih lurus memanjang perasaan siapa yang masih ada tanpa mampu menoleh kebelakang.
Jejak pesawat sewaktu-waktu seperti cakar tajam menusuk meninggalkan bekas tipis luka lalu dengan tatapan kosong diriku memandang

Jejak awan pesawat cinta bagai mengejarnya dari belakang walau sedih terlambat sebenarnya suara pesawat dilangit dan tangisan.
Jejak awan pesawat bak sembunyikan air mata jauh aku rentangkan tangan kanan dirimu yang meninggalkan kesedihan”

Aku menangis dan berteriak sekencang2nya.. di bandara :’(

Aku akan menunggumu Veranda, Sampai kamu kembali 😀

*****

Muhammad Naufal Pratama

@VEJKT48MAKASSAR

comments with facebook

About Vikoo E

Check Also

1f

[Editorial] Senbatsu Sousenkyo JKT48 Sejauh Ini – 6 Member dengan Cerita

Tahun ini adalah kali ketiga senbatsu sousenkyo JKT48 dilaksanakan semenjak dimulai pertama kali di tahun …